Headline.co.id, Gorontalo ~ Mahasiswa Program Studi Fisika Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan penelitian kolaboratif bersama Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo. Penelitian yang dilaksanakan pada Minggu (18/10/2026) itu berfokus pada kajian kerentanan seismik. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam mengintegrasikan teori geofisika dengan metodologi penelitian, termasuk mengidentifikasi karakteristik dinamis lapisan tanah yang berkaitan dengan respons terhadap guncangan gempa bumi.
Penelitian Geofisika UNG Berfokus pada Kerentanan Seismik
Ketua Program Studi Fisika UNG, Dewa Eka Setiawan, mengatakan penelitian bersama Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo menjadi bagian dari pembelajaran berbasis riset. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep geofisika secara teoritis, tetapi juga menerapkannya dalam proses penelitian.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam mengintegrasikan pemahaman teori geofisika dengan penerapan metodologi penelitian, khususnya dalam mengidentifikasi karakteristik dinamis lapisan tanah yang berkaitan dengan respons terhadap guncangan gempa bumi,” kata Dewa Eka Setiawan, Minggu (18/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penelitian tersebut melibatkan para peneliti muda dari Kelompok Keahlian Geofisika. Mereka dibimbing oleh tim dosen Program Studi Fisika UNG, yakni Raghel Yunginger, Meilan Demulawa, dan Icha Untari Meidji, dengan dukungan praktisi dari Stasiun Geofisika Gorontalo.
Mahasiswa Fisika UNG Belajar Pengukuran dan Pengolahan Data
Dewa Eka Setiawan menjelaskan, pendekatan research-based learning dalam kolaborasi itu memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai tahapan penelitian geofisika. Pengalaman tersebut mencakup pemahaman prinsip pengukuran geofisika, penggunaan teknologi instrumen berbasis geofisika, pengumpulan data, pengolahan data, hingga interpretasi hasil penelitian secara ilmiah.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memahami hubungan teori yang dipelajari di ruang kuliah dan penerapannya dalam penelitian lapangan. Proses itu juga memperkenalkan mahasiswa pada penggunaan instrumen serta metode pengolahan data yang berkaitan dengan kajian kerentanan seismik.
“Kolaborasi ini sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menghubungkan konsep teoritis yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik penelitian di lapangan,” ujar Dewa Eka Setiawan.
Kolaborasi UNG dan BMKG Perkuat Kompetensi Mahasiswa
Menurut Dewa Eka Setiawan, kolaborasi Program Studi Fisika UNG dan Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran. Kemitraan dengan lembaga teknis pemerintah itu juga diarahkan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman penelitian yang berkaitan dengan bidang geofisika.
Dukungan praktisi Stasiun Geofisika Gorontalo melengkapi pendampingan yang diberikan tim dosen kepada mahasiswa Kelompok Keahlian Geofisika. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengikuti proses penelitian mulai dari pemahaman pengukuran hingga penafsiran hasil secara ilmiah.
Dewa Eka Setiawan menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui kemitraan dengan lembaga teknis pemerintah.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















