Headline.co.id, Denpasar ~ Transformasi digital Indonesia diarahkan pada tiga prioritas, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Pemerintah menetapkan kerangka tersebut untuk memperluas akses teknologi, meningkatkan produktivitas ekonomi, serta memperkuat keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem digital nasional.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menyampaikan kebijakan itu saat membuka Bali Tech Week 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Senin (19/10/2026). Menurut Meutya, ketiga prioritas tersebut menjadi landasan pembangunan ekosistem digital yang berorientasi pada kemajuan teknologi serta manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Ia mengatakan, pemerintah membutuhkan kolaborasi industri, perusahaan rintisan (startup), akademisi, inovator, dan investor untuk memperkuat kemampuan teknologi nasional sekaligus membuka peluang kemitraan yang dapat direalisasikan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tiga Prioritas Transformasi Digital Indonesia
Meutya menjelaskan, Terhubung berfokus pada peningkatan kualitas, keterjangkauan, dan keandalan layanan digital. Prioritas ini ditujukan agar masyarakat di seluruh wilayah Indonesia memiliki kesempatan yang lebih merata dalam memanfaatkan teknologi.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2026 yang dipaparkan Meutya, sekitar 235 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet. Tingkat penetrasi internet tercatat mencapai 81,72 persen.
Selain itu, pembangunan infrastruktur bersama penyelenggara telekomunikasi telah memperluas jangkauan layanan 4G hingga mencakup 98,96 persen populasi Indonesia.
Capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk meningkatkan kualitas konektivitas. Jaringan internet diharapkan tidak hanya tersedia, tetapi juga mampu mendukung pendidikan, pekerjaan, usaha, dan pelayanan publik.
“Kita ingin teknologi membantu dunia usaha menjadi lebih produktif, memungkinkan inovator menjangkau pelanggan, serta memberikan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat di seluruh kepulauan Indonesia untuk belajar, bekerja, dan mengakses layanan,” ujar Meutya.
Prioritas Tumbuh Dorong Nilai Ekonomi
Prioritas kedua, Tumbuh, menitikberatkan pada peningkatan kemampuan Indonesia menghasilkan nilai ekonomi melalui pengembangan teknologi, inovasi, dan sumber daya manusia.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah mendorong hubungan yang lebih erat perguruan tinggi, perusahaan teknologi, pelaku industri, startup, dan investor. Hubungan tersebut ditujukan untuk mempercepat pengembangan inovasi menjadi produk maupun layanan yang memiliki nilai ekonomi.
Menurut Meutya, pertumbuhan ekonomi digital harus ditopang ekosistem yang mampu menghubungkan gagasan, penelitian, pendanaan, dan kebutuhan pasar. Dengan demikian, inovasi dapat berkembang menjadi usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Meutya menyebut ketiga prioritas tersebut memiliki keterkaitan. Infrastruktur yang andal diperlukan untuk mendorong inovasi, sementara talenta yang berkualitas dibutuhkan agar teknologi dapat diubah menjadi kegiatan produktif.
“Ketiga prioritas tersebut saling memperkuat. Infrastruktur yang andal memungkinkan inovasi. Talenta yang berkualitas mengubah teknologi menjadi kegiatan produktif. Tata kelola yang bertanggung jawab memberikan keyakinan kepada masyarakat dan dunia usaha untuk berpartisipasi,” kata Meutya.
Keamanan dan Kepastian Regulasi
Prioritas ketiga, Terjaga, diarahkan pada penguatan keamanan digital, perlindungan masyarakat, serta kepastian regulasi bagi pelaku industri teknologi.
Meutya menekankan bahwa kepercayaan merupakan unsur penting dalam pengembangan ekonomi digital. Masyarakat membutuhkan jaminan perlindungan ketika menggunakan teknologi, sedangkan dunia usaha memerlukan kebijakan yang jelas dan konsisten untuk mendukung investasi.
Melalui pendekatan tersebut, pengembangan teknologi diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas, perlindungan pengguna, dan penguatan tata kelola ekosistem digital.
“Dengan mempertemukan berbagai komunitas ini, kami ingin memperkuat kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia dan mengubah peluang bersama menjadi kemitraan yang nyata. Babak berikutnya dari pertumbuhan digital Indonesia harus mampu menerjemahkan potensi pasar kita menjadi kapabilitas nasional yang semakin kuat,” ujar Meutya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Bali Tech Week 2026 menjadi momentum evaluasi perkembangan transformasi digital menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026.
Meutya menegaskan, keberhasilan agenda transformasi digital membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berperan sebagai orkestrator, fasilitator, dan akselerator untuk memperkuat sinergi kebijakan pemerintah, inovasi industri, serta kebutuhan masyarakat.
Melalui Bali Tech Week 2026, pemerintah berharap kolaborasi lintas sektor dan kemitraan internasional dapat menghasilkan investasi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















