Headline.co.id, Surabaya ~ Portal Perlinsos Digital di Kota Surabaya mencapai tingkat pendataan 99,82 persen selama masa uji coba. Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, saat melakukan kunjungan lapangan di Kantor Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/7/2026). Tingginya angka pendataan itu dicapai melalui kolaborasi Pemerintah Kota Surabaya, aparatur sipil negara (ASN), agen lapangan, dan masyarakat untuk mempercepat digitalisasi perlindungan sosial. Pendataan tersebut diarahkan agar pembaruan data penerima bantuan sosial (bansos) dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Qodari menilai capaian hampir penuh itu menunjukkan tingginya partisipasi warga Surabaya dalam mengikuti Portal Perlinsos Digital. Ia juga mengapresiasi keterlibatan jajaran pemerintah daerah yang turun langsung membantu proses pendaftaran sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surabaya. Kepala OPD, kepala dinas, ASN, hingga para agen turun bersama-sama membantu masyarakat melakukan pendaftaran sekaligus sosialisasi Perlinsos Digital. Ini capaian yang luar biasa,” ujar Qodari.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Partisipasi Warga Surabaya Dinilai Tinggi
Menurut Qodari, tingginya partisipasi masyarakat memperlihatkan bahwa transformasi digital dalam pelayanan publik mendapat respons positif. Pendaftaran Portal Perlinsos Digital dapat dilakukan melalui agen lapangan maupun secara mandiri oleh warga yang memiliki telepon pintar.
Sementara itu, warga yang belum terbiasa menggunakan teknologi tetap memperoleh pendampingan dari petugas di lapangan. Skema tersebut memungkinkan proses pendataan menjangkau masyarakat dengan kemampuan dan akses teknologi yang berbeda.
Qodari mengatakan keberhasilan Surabaya menjadi indikator penting bahwa digitalisasi perlindungan sosial dapat diterapkan secara efektif. Penerapan itu, menurut dia, bergantung pada kerja sama lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga Surabaya yang dinilai antusias mengikuti program tersebut. Kolaborasi pemerintah daerah dan masyarakat disebut menjadi faktor utama yang membuat Surabaya menjadi salah satu daerah dengan capaian registrasi tercepat secara nasional.
“Antusiasme masyarakat Surabaya sangat tinggi. Dalam waktu kurang dari dua bulan mereka mampu mencapai tingkat registrasi yang hampir sempurna. Ini menunjukkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat berjalan sangat baik,” ujarnya.
Ditargetkan Mencapai 100 Persen
Meski pendataan telah mencapai 99,82 persen, Qodari berharap capaian tersebut segera ditingkatkan menjadi 100 persen. Ia menyebut Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen menyelesaikan pendataan warga yang belum terdaftar dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Kalau bisa mencapai 100 persen tentu akan menjadi pencapaian yang sangat baik. Kami optimistis teman-teman di Surabaya dapat menuntaskannya,” kata Qodari.
Kunjungan Bakom ke Surabaya dilakukan untuk mengamati secara langsung pelaksanaan uji coba Portal Perlinsos Digital. Dalam kunjungan itu, Qodari berdialog dengan pemerintah daerah dan mendengarkan pengalaman masyarakat yang telah memanfaatkan sistem tersebut.
Ia juga berdiskusi dengan jajaran Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya. Selain itu, pertemuan dilakukan bersama para camat dan dilanjutkan dengan kunjungan ke rumah warga untuk melihat secara langsung dampak digitalisasi perlindungan sosial terhadap calon penerima bantuan.
Berpotensi Diterapkan di Sektor Lain
Qodari optimistis Portal Perlinsos Digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembaruan data penerima bansos. Menurut dia, sistem tersebut juga berpotensi menjadi model penerapan transformasi digital untuk sektor pelayanan publik lainnya.
“Ini akan menjadi lompatan besar, bukan hanya untuk digitalisasi bantuan sosial, tetapi juga sebagai contoh pemanfaatan teknologi yang nantinya bisa diperluas ke sektor lain, misalnya kesehatan,” katanya.
Ia menilai perubahan pola kerja kementerian dan lembaga yang mulai mengedepankan interoperabilitas serta pertukaran data menjadi fondasi penting untuk membangun tata kelola pemerintahan digital.
“Sekarang mindset kementerian dan lembaga sudah berubah. Mereka sudah bisa bertukar data, melakukan interoperabilitas, dan bergotong royong menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Ini yang sudah lama kita tunggu,” ujarnya.
Program uji coba Portal Perlinsos Digital saat ini dilaksanakan di 43 kabupaten/kota pada 38 provinsi di Indonesia. Sebelumnya, pilot project program tersebut dilakukan di Banyuwangi, Jawa Timur, pada November 2025.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















