Headline.co.id, Palangka Raya ~ Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Kapolda Kalimantan Tengah meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kameloh Baru dan kawasan Tumbang Nusa, Selasa (28/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pemadaman karhutla berjalan efektif di tengah meningkatnya kasus yang memicu kabut asap di wilayah tersebut. Selain memantau proses pemadaman, Pemerintah Kota Palangka Raya mengevaluasi status Siaga Darurat Karhutla untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan kegiatan pendidikan.
Dalam peninjauan itu, rombongan masih mendapati sejumlah area diselimuti kabut asap tebal. Fairid mengatakan, kondisi asap yang cukup pekat pada pagi hari mulai berkurang saat memasuki siang, sementara pemadaman oleh tim gabungan berjalan cukup efektif.
“Pagi tadi asap cukup pekat, tetapi memasuki siang hari kondisinya mulai berkurang. Kami juga melihat proses pemadaman oleh tim gabungan berjalan cukup efektif,” ujar Fairid saat meninjau Posko Karhutla di Kelurahan Kameloh.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemkot Perkuat Penanganan Karhutla
Fairid mengatakan Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Langkah tersebut dilakukan melalui pendirian posko siaga di sejumlah kelurahan serta penguatan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menurut Fairid, penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada pemadaman titik api. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan, termasuk melalui patroli rutin, deteksi dini, dan edukasi kepada masyarakat.
Kelurahan Kameloh Baru dan kawasan Tumbang Nusa menjadi lokasi pemantauan karena tergolong wilayah rawan karhutla. Kabut asap yang masih terlihat di beberapa area menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya.
Status Siaga Darurat Karhutla Dievaluasi
Pemerintah Kota Palangka Raya juga mengevaluasi status Siaga Darurat Karhutla. Evaluasi tersebut dilakukan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya, terutama dalam meminimalkan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan.
Fairid menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan telah menerbitkan surat edaran sehari sebelum peninjauan. Surat tersebut mewajibkan seluruh warga sekolah menggunakan masker sebagai langkah menghadapi kondisi kabut asap.
“Untuk sekolah, sehari sebelumnya Dinas Pendidikan sudah menerbitkan surat edaran yang mewajibkan penggunaan masker bagi seluruh warga sekolah. Hari ini kami akan menggelar rapat untuk menentukan status selanjutnya, apakah perlu ditingkatkan atau ada kebijakan penyesuaian lainnya,” kata Fairid.
Rapat tersebut akan menentukan status berikutnya, termasuk kemungkinan peningkatan status Siaga Darurat Karhutla atau penerapan kebijakan penyesuaian lainnya. Keputusan itu menjadi bagian dari evaluasi pemerintah kota terhadap kondisi karhutla dan dampaknya bagi masyarakat serta sekolah.
Kolaborasi Lintas Sektor Diperlukan
Selain memastikan efektivitas pemadaman, Pemerintah Kota Palangka Raya menekankan pentingnya pencegahan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Patroli rutin, deteksi dini, dan edukasi masyarakat disebut sebagai bagian dari upaya yang perlu diperkuat secara bersamaan.
Penguatan koordinasi dengan Forkopimda dan keberadaan posko siaga di sejumlah kelurahan menjadi langkah yang dilakukan pemerintah kota dalam menghadapi meningkatnya kasus karhutla. Peninjauan bersama Kapolda Kalimantan Tengah juga dilakukan untuk melihat langsung kondisi wilayah rawan serta proses penanganan di lapangan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















