Headline.co.id ~ Fitur sanggah pada Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) disediakan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) untuk membantu masyarakat mengoreksi data administrasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Mekanisme ini digunakan masyarakat untuk menyampaikan keberatan terhadap hasil verifikasi penerima bantuan sosial sekaligus memperbarui informasi yang keliru. Fitur sanggah diterapkan melalui Portal Perlinsos untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi penentuan penerima bansos. Selama masa uji coba, hampir 100 ribu kepala keluarga dari lebih dari 2 juta pendaftar telah memanfaatkannya.
Koordinator Gugus Tugas Harian Komite Percepatan Transformasi Digital DEN, Rahmat Danu Andika, mengatakan data administrasi yang digunakan dalam proses verifikasi masih berpotensi tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ketidaksesuaian itu dapat memengaruhi penilaian kelayakan seseorang sebagai penerima bantuan sosial.
Data Administrasi Bisa Berbeda dari Kondisi Riil
Rahmat mencontohkan, seseorang masih dapat tercatat memiliki kendaraan bermotor dalam data administrasi meskipun kendaraan tersebut telah dijual. Kondisi itu bisa terjadi apabila proses balik nama belum dilakukan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kalau menurut data administrasi seseorang masih tercatat memiliki mobil, sistem bisa saja menyatakan tidak layak menerima bantuan. Padahal kenyataannya kendaraan itu sudah dijual sejak lama, hanya saja belum balik nama. Itu salah satu potensi ketidaksesuaian data,” ujarnya saat dihubungi , Rabu (29/7/2026).
Menurut Rahmat, perbedaan data administrasi dan kondisi sebenarnya juga dapat terjadi pada penggunaan sambungan listrik yang masih tercatat atas nama pemilik rumah sebelumnya. Karena itu, data dari berbagai instansi perlu terus diperbarui agar mencerminkan keadaan masyarakat secara lebih akurat.
Besarnya potensi kesalahan data tersebut belum dapat diukur dalam bentuk persentase. Rahmat menjelaskan, tingkat ketidaksesuaian sangat bergantung pada kualitas data administrasi yang digunakan dalam proses verifikasi.
Fitur Sanggah Perlinsos Beri Ruang Koreksi
Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Portal Perlinsos menyediakan fitur sanggah. Melalui fitur ini, masyarakat dapat menyampaikan keberatan terhadap hasil verifikasi yang dinilai belum sesuai dengan kondisi mereka.
Masyarakat juga dapat memperbarui informasi yang dianggap tidak tepat. Dengan demikian, proses verifikasi tidak hanya bergantung pada data administrasi yang sudah tersedia, tetapi juga memberi kesempatan bagi warga untuk menyampaikan kondisi sebenarnya.
“Yang penting prosesnya jelas dan transparan. Kalau ternyata ada kesalahan data, masyarakat memiliki kesempatan untuk menyanggah serta memperbarui informasi sesuai kondisi sebenarnya,” kata Rahmat.
Ia menilai fitur sanggah menjadi solusi penting untuk memperbaiki kualitas data secara bertahap. Mekanisme tersebut sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif memastikan data kepemilikan aset maupun identitas administrasi mereka selalu diperbarui.
Hampir 100 Ribu Kepala Keluarga Memanfaatkan Fitur
Rahmat mengungkapkan, hampir 100 ribu kepala keluarga telah menggunakan fitur sanggah selama masa uji coba Perlinsos. Jumlah tersebut berasal dari lebih dari 2 juta pendaftar yang menerima hasil verifikasi dan menilai hasilnya belum sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Jumlah itu menunjukkan masyarakat memahami bahwa fitur sanggah dapat digunakan ketika merasa hasil verifikasi belum sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah belum dapat mengukur efektivitas fitur sanggah dalam bentuk persentase. Rahmat mengatakan mekanisme tersebut masih menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas data administrasi secara bertahap.
Ia meyakini semakin akurat data administrasi yang dimiliki masyarakat, semakin tepat pula proses penyaluran bantuan sosial yang dilakukan pemerintah melalui Portal Perlinsos. Fitur sanggah diharapkan dapat memperkuat akuntabilitas dan transparansi dalam menentukan penerima bansos.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















