Headline.co.id, Sleman ~ Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo Seyegan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpilih menjadi model percontohan program pemenuhan gizi sekolah tingkat Asia Tenggara pada Senin (27/7). Fasilitas penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) binaan Badan Gizi Nasional (BGN) itu masuk dalam riset yang digagas Program Pangan Dunia. Penelitian tersebut mengkaji pelaksanaan program makan sekolah di negara-negara anggota ASEAN melalui studi bertajuk Landscape Analysis on School Meals Programmes Implemented by ASEAN Member States. SPPG Margomulyo dipilih karena mengembangkan pemantauan nilai gizi secara digital, kemitraan ekonomi dengan BUMKalma Seyegan, serta konsep layanan yang ramah lingkungan.
Riset tersebut dilaksanakan Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA). Kajian itu bertujuan menyelaraskan kebijakan gizi sekolah di negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Masuknya SPPG Margomulyo dalam studi regional tersebut menempatkan pengelolaan layanan gizi di Seyegan sebagai salah satu contoh yang dinilai relevan untuk dipelajari. Aspek yang menjadi perhatian mencakup pemantauan kandungan gizi, pola kemitraan ekonomi, serta penerapan pengelolaan yang memperhatikan lingkungan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Layani 3.049 penerima manfaat setiap hari
SPPG Margomulyo saat ini melayani 3.049 penerima manfaat setiap hari. Penerima manfaat itu mencakup siswa dari delapan sekolah yang berada di wilayah Margomulyo dan Margoagung.
Layanan tersebut juga menjangkau kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dengan cakupan itu, fasilitas MBG binaan BGN tersebut tidak hanya melayani kebutuhan gizi siswa, tetapi juga kelompok masyarakat yang membutuhkan pemenuhan gizi.
Data cakupan penerima manfaat menjadi bagian dari gambaran tata kelola SPPG Margomulyo yang dijadikan model dalam studi program makan sekolah di tingkat ASEAN. Pengelolaan layanan dilakukan dengan menjangkau penerima manfaat dari kelompok dan wilayah yang telah ditetapkan di sekitar fasilitas tersebut.
Pemantauan gizi dilakukan secara digital
Salah satu keunggulan SPPG Margomulyo adalah pemantauan nilai gizi secara digital. Sistem ini menjadi bagian dari pengelolaan layanan pemenuhan gizi yang dinilai unggul dalam riset regional tersebut.
Pemantauan digital itu berjalan bersama kemitraan ekonomi dengan Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama (BUMKalma) Seyegan. Kemitraan tersebut menjadi unsur lain yang membuat SPPG Margomulyo dipandang memiliki tata kelola terpadu.
Selain pemanfaatan teknologi dan kemitraan ekonomi, SPPG Margomulyo menerapkan konsep ramah lingkungan. Ketiga unsur itu—pemantauan nilai gizi secara digital, kerja sama dengan BUMKalma Seyegan, dan konsep ramah lingkungan—menjadi aspek utama yang membuat fasilitas tersebut dinilai unggul.
Diharapkan menjadi rujukan regional
Studi yang dilakukan SEARCA diarahkan untuk menyelaraskan kebijakan gizi sekolah di negara-negara ASEAN. Dalam konteks itu, praktik yang diterapkan SPPG Margomulyo menjadi bagian dari pemetaan dan analisis program makan sekolah di kawasan Asia Tenggara.
Model tata kelola terpadu yang diterapkan SPPG Margomulyo diharapkan dapat menjadi rujukan regional dalam menekan angka malnutrisi. Pendekatan yang digunakan menggabungkan pemantauan nilai gizi, kemitraan ekonomi, penerapan konsep ramah lingkungan, serta perluasan layanan kepada siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Pemanfaatan potensi lokal menjadi bagian dari model tersebut. Melalui pengelolaan yang terintegrasi, SPPG Margomulyo diharapkan dapat memberikan contoh bagi upaya pemenuhan gizi berbasis potensi lokal di kawasan ASEAN.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















