Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, SIARAN PERS
KEMENTERIAN PARIWISATA
Kemenpar Perkuat Kepemimpinan Digital dan Keamanan Siber
Jakarta, 6 Oktober 2026 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kemampuan digital para pimpinan melalui pelatihan literasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), dan keamanan siber. Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Oktober 2026 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, ditujukan bagi Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, pejabat Eselon I dan II, serta Direktur Politeknik Pariwisata di lingkungan Kemenpar. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat transformasi digital dan implementasi Tourism 5.0 dalam tata kelola pariwisata Indonesia. Melalui pelatihan dan simulasi krisis siber, Kemenpar mendorong peningkatan kualitas pengambilan keputusan, pelayanan publik, dan ketahanan tata kelola pemerintahan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji mengatakan peningkatan kapasitas digital pimpinan diharapkan mendukung terwujudnya pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
“Transformasi digital telah mengubah cara pemerintah bekerja, mengambil keputusan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bagi Kementerian Pariwisata, transformasi ini menjadi semakin penting seiring dengan penerapan Tourism 5.0 sebagai bagian dari upaya mewujudkan pariwisata yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan perilaku wisatawan,” ujar Bayu saat membuka pelatihan, Senin (5/10/2026).
Tourism 5.0 dan Penguatan Digital Leadership
Menurut Bayu, Tourism 5.0 tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi. Konsep tersebut mencakup pemanfaatan teknologi, data, dan AI untuk menciptakan proses kerja yang lebih efektif sekaligus menghadirkan pengalaman pariwisata berkualitas yang berorientasi pada kebutuhan wisatawan.
Ia menyebut pelatihan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan digital leadership di lingkungan Kemenpar. Para pimpinan, kata Bayu, perlu memahami teknologi yang relevan, manfaat AI, serta berbagai risiko yang muncul dalam penerapan teknologi digital.
“Pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan digital leadership di lingkungan Kementerian Pariwisata. Para pimpinan perlu memiliki pemahaman yang memadai untuk menentukan teknologi yang relevan, memahami bagaimana AI dapat memberikan nilai tambah, serta memastikan berbagai risiko digital dapat dikelola dengan baik,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan narasumber ahli dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Para narasumber memberikan pengetahuan mengenai literasi digital, pemanfaatan AI, dan keamanan siber.
Pejabat Kemenpar Ikuti Simulasi Serangan Siber
Selain pembekalan materi, rangkaian pelatihan dilengkapi simulasi berbasis diskusi. Dalam simulasi itu, para pejabat tinggi Kemenpar dihadapkan pada skenario krisis atau serangan siber.
Simulasi tersebut dirancang untuk melatih kemampuan peserta dalam merespons insiden, mengidentifikasi celah keamanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman siber. Kegiatan itu juga diarahkan untuk memperkuat kualitas kebijakan dan pengambilan keputusan dengan mengacu pada Emergency Response Plan (ERP) dan Business Continuity Plan (BCP).
Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital diharapkan tidak hanya membuat proses kerja lebih efektif. Kemenpar juga menargetkan terbentuknya tata kelola pemerintahan yang tangguh dan berkelanjutan.
Bayu menjelaskan, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan keamanan. Menurut dia, semakin banyak data dan proses kerja yang terdigitalisasi, semakin besar pula tanggung jawab Kemenpar dalam memastikan keamanan informasi, perlindungan data, pengendalian akses, dan ketahanan sistem terhadap ancaman siber.
Karena itu, keamanan siber tidak hanya dipandang sebagai persoalan teknis, tetapi juga sebagai bagian dari tanggung jawab kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.
“Teknologi harus kita tempatkan sebagai enabler, sementara kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan tetap menjadi fondasi utamanya,” kata Bayu.
Pengetahuan Digital Diharapkan Berujung pada Inovasi
Bayu berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pemahaman mengenai AI dan teknologi digital. Seluruh unsur pimpinan Kemenpar diharapkan dapat menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh menjadi inovasi dan perbaikan nyata.
Perbaikan itu mencakup proses bisnis, pelayanan publik, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan berbagai program prioritas kementerian.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempercepat transformasi digital dan implementasi Tourism 5.0, sekaligus mendukung terwujudnya pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, berkelanjutan, dan berdampak,” ujar Bayu.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















