Headline.co.id ~ Al Rayyan memanfaatkan jeda Liga Persebaya 2026 untuk mengevaluasi kekurangan dan mematangkan persiapan sebelum kompetisi kembali bergulir pada Sabtu (3/10). Evaluasi dilakukan Al Rayyan U-14 dan U-16 setelah kompetisi terhenti sementara karena berbenturan dengan agenda Piala Soeratin 2026 Zona Jawa Timur. Al Rayyan U-14 membidik kebangkitan saat menghadapi Indonesia Muda U-14 pada matchday 15, sedangkan tim U-16 berupaya menjaga konsistensi di papan atas. Persiapan dilakukan melalui evaluasi pertandingan, latihan kebugaran, serta penguatan aspek teknis dan taktikal.
Kembalinya Liga Persebaya 2026 menjadi kesempatan bagi Al Rayyan untuk menunjukkan hasil dari proses yang dijalani selama masa jeda. Dua kelompok usia Al Rayyan akan menghadapi lawan yang sama, yakni Indonesia Muda, dengan target berbeda sesuai posisi dan situasi masing-masing di klasemen.
Al Rayyan U-14 Memburu Momentum Kebangkitan
Al Rayyan U-14 saat ini menempati peringkat ke-14 dengan koleksi 16 poin dari 14 pertandingan. Posisi tersebut belum sesuai dengan harapan tim yang pada musim lalu berhasil menjadi juara Liga Persebaya U-14.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pertandingan melawan Indonesia Muda U-14 pada matchday 15 pun menjadi laga penting bagi Al Rayyan. Tambahan tiga poin dibutuhkan untuk memperbaiki posisi sekaligus menjaga peluang bersaing di papan klasemen.
Pelatih Al Rayyan U-14 Muhammad Arif menggunakan masa jeda untuk meninjau kembali penampilan tim. Koordinasi antarpemain, konsistensi permainan, pelaksanaan instruksi, hingga penyelesaian peluang di depan gawang menjadi sejumlah aspek yang dievaluasi.
“Selama jeda ini kami mencoba melihat kembali pertandingan-pertandingan sebelumnya. Ada beberapa hal yang harus kami perbaiki, terutama soal konsistensi permainan dan bagaimana pemain bisa menjalankan instruksi dengan lebih baik,” ujar Arif.
Ia berharap pertandingan melawan Indonesia Muda menjadi titik awal bagi Al Rayyan U-14 untuk memperbaiki perjalanan musim ini. Para pemain diminta menjadikan laga tersebut sebagai kesempatan untuk menunjukkan respons setelah menjalani evaluasi.
“Kami berharap pertandingan nanti bisa menjadi momentum kebangkitan. Yang paling penting pemain harus percaya diri, bekerja keras, dan menikmati pertandingan. Kami ingin mereka menunjukkan bahwa hasil sebelumnya bisa menjadi pelajaran untuk tampil lebih baik ke depan,” tuturnya.
Musim lalu, Al Rayyan U-14 keluar sebagai kampiun setelah mengumpulkan 92 poin dari 38 pertandingan. Mereka finis di posisi teratas, mengungguli Indonesia Muda di peringkat kedua dan Putra Surabaya di posisi ketiga.
Namun, Arif menilai kondisi setiap musim tidak sama. Komposisi pemain, proses adaptasi, kondisi pertandingan, dan faktor lain memengaruhi perjalanan tim pada musim ini.
“Setiap musim tentu memiliki situasi yang berbeda. Komposisi pemain, proses adaptasi, kondisi pertandingan, dan banyak faktor lainnya ikut memengaruhi perjalanan tim. Kami tidak ingin terlalu melihat ke belakang. Musim lalu menjadi pengalaman, sedangkan musim ini kami harus fokus memperbaiki apa yang masih kurang,” jelasnya.
Al Rayyan U-16 Menjaga Konsistensi
Sementara itu, Al Rayyan U-16 memanfaatkan jeda Liga Persebaya 2026 untuk menjaga kondisi pemain sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi pertandingan. Mereka juga akan menghadapi Indonesia Muda pada laga berikutnya.
Pelatih Al Rayyan U-16 Yanto Imam memastikan program latihan tetap berjalan selama kompetisi berhenti. Latihan tersebut mencakup upaya menjaga kebugaran serta mempertajam aspek teknis dan taktikal.
“Selama jeda kami tetap menjalankan latihan. Kami ingin kondisi pemain tetap terjaga karena setelah kompetisi kembali bergulir, ritmenya akan langsung kembali ke pertandingan. Beberapa evaluasi dari laga sebelumnya juga kami masukkan ke dalam materi latihan,” kata pelatih yang akrab disapa Coach Japuk.
Al Rayyan U-16 berada di peringkat kelima dengan raihan 29 poin dari 14 pertandingan. Posisi itu membuat persaingan di papan klasemen masih terbuka dan setiap pertandingan memiliki nilai penting bagi langkah mereka berikutnya.
Coach Japuk meminta pemain tidak terlena dengan posisi tersebut. Menurut dia, perjalanan kompetisi masih panjang sehingga tim harus menjaga fokus dan konsistensi dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
“Posisi sekarang tentu menjadi gambaran dari perjalanan kami sampai sejauh ini, tetapi masih banyak pertandingan yang harus dijalani. Kami harus tetap fokus, menjaga konsistensi, dan berusaha mendapatkan hasil maksimal di setiap laga,” tegasnya.
Pada musim lalu, Al Rayyan U-16 mengakhiri kompetisi sebagai runner-up dengan mengumpulkan 45 poin. Mereka tertinggal delapan angka dari Pelindo yang keluar sebagai kampiun.
Meski memiliki catatan positif pada musim sebelumnya, Coach Japuk tidak ingin pencapaian itu menjadi beban bagi tim. Pengalaman musim lalu dipilih sebagai modal untuk menghadapi persaingan musim ini, bukan ukuran yang membayangi penampilan pemain.
“Kami tidak ingin terbebani dengan hasil musim lalu. Setiap musim memiliki cerita dan tantangannya sendiri. Fokus kami sekarang adalah menjalani pertandingan demi pertandingan, memperbaiki kekurangan, dan memberikan yang terbaik ketika berada di lapangan,” pungkasnya.
Dengan Liga Persebaya 2026 yang kembali bergulir pada Sabtu (3/10), Al Rayyan U-14 membawa misi kebangkitan, sementara Al Rayyan U-16 berusaha mempertahankan konsistensi setelah menjalani persiapan selama masa jeda.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















