Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menerapkan transformasi pemetaan kompetensi bagi 20.357 pegawai BPS yang mengampu peran sebagai pembina jabatan fungsional Pranata Komputer dan Statistisi. Langkah ini disampaikan Wakil Kepala BKN Suharmen dalam seminar Hari Statistik Nasional 2026 di Aula Pusdiklat BPS, Jakarta, Senin (28/9/2026). Transformasi tersebut dilakukan untuk merespons dinamika kecerdasan buatan, disrupsi teknologi, dan pergeseran konstelasi strategis global yang mengubah kebutuhan kompetensi aparatur. Melalui pemetaan berbasis kinerja dan potensi, BKN mendorong perubahan dari birokrasi berbasis aturan menuju tata kelola transformatif yang menempatkan talenta sebagai penggerak organisasi.
Suharmen mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah arsitektur pengolahan data secara radikal. Kondisi itu menuntut pegawai BPS untuk terus memperbarui dan memperluas spektrum kompetensinya.
“Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara khusus bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengubah pendekatan birokrasi berbasis aturan yang kaku (rule-based bureaucracy) menuju tata kelola transformatif (transformative governance) yang menjadikan talenta sebagai motor utama penggerak roda organisasi,” demikian visi yang ditegaskan dalam kegiatan tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
ASN Digital Pangkas Proses Layanan
Selain pemetaan kompetensi, BKN mengembangkan reformasi birokrasi melalui platform terintegrasi ASN Digital. Platform tersebut berfungsi sebagai sumber data tunggal atau single source of truth dalam pengelolaan data aparatur.
Menurut Suharmen, pemanfaatan ASN Digital menyederhanakan rantai pelayanan yang sebelumnya panjang. Tahapan penetapan pensiun yang semula harus melewati lima proses kini dipangkas menjadi dua langkah.
Penyederhanaan juga diterapkan pada prosedur mutasi lintas instansi. Proses yang sebelumnya terdiri atas 14 tahapan kini menjadi dua tahapan. Platform itu sekaligus mendukung penerapan ekosistem kerja nirkertas melalui penyimpanan dokumen elektronik yang terpusat.
Transformasi digital tersebut menjadi bagian dari upaya BKN mengubah tata kelola aparatur agar lebih ringkas dan terintegrasi. Namun, modernisasi sistem tetap dibarengi dengan pemetaan sumber daya manusia untuk memastikan pengembangan pegawai disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Pemetaan Gunakan Nine-Box Matrix
BKN menggunakan instrumen matriks sembilan kotak atau nine-box matrix untuk memotret posisi strategis serta kebutuhan pengembangan setiap aparatur. Instrumen ini digunakan untuk melihat kinerja dan potensi pegawai secara objektif.
Suharmen menegaskan, hasil pemetaan tidak berhenti pada pengelompokan aparatur. Pemetaan harus diikuti intervensi kompetensi yang dirancang secara spesifik untuk membenahi kelemahan setiap individu.
Dengan pendekatan tersebut, BKN mendorong agar pengembangan kompetensi tidak lagi dilakukan melalui program pelatihan yang seragam. Metode penyeragaman pelatihan dinilai sudah tidak relevan karena kebutuhan pengembangan setiap pegawai berbeda.
BPS Perkuat Talenta untuk Hadapi Disrupsi Data
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyambut positif pembaruan tata kelola aparatur yang dilakukan bersama BKN. Ia menilai modernisasi statistik nasional tidak cukup hanya mengandalkan perangkat keras dan perangkat lunak terbaru.
Menurut Amalia, keberhasilan modernisasi juga sangat bergantung pada kesiapan mentalitas dan kapabilitas sumber daya manusia yang menjalankan sistem tersebut. Karena itu, penguatan talenta menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan di bidang statistik.
Integrasi big data, analisis geospasial, dan metode pengumpulan sumber data baru menuntut talenta BPS memperluas spektrum keilmuan. Perluasan kemampuan itu tetap harus berpijak pada fondasi metodologi riset statistik yang kokoh.
Melalui pendampingan intensif dari BKN dan optimalisasi fasilitas Corporate University (CorpU), BPS diharapkan dapat mencetak birokrat yang adaptif. Aparatur tersebut diharapkan siap menjaga dan mengamankan arsitektur data nasional dari disrupsi pada masa mendatang.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















