Headline.co.id, Bekasi ~ Polri mendorong jajaran kepolisian memperkuat rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghubungkan produksi pangan lokal dan kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Arahan itu diwujudkan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, yang memasok hasil perikanan untuk 12 SPPG. Dalam panen raya pada Senin (28/9/2026), kawasan tersebut menghasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam. Polri menyebut penguatan produksi, kualitas, dan distribusi diperlukan agar pasokan MBG berkelanjutan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong merupakan salah satu contoh pelaksanaan arahan Kapolri agar jajaran mendukung program pemerintah sesuai potensi wilayah masing-masing.
“MBG merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan seluruh komponen. Kapolri memerintahkan jajaran untuk mendukung pelaksanaannya sesuai tugas dan potensi wilayah masing-masing. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok, sehingga produksi pangan masyarakat dapat terhubung dengan kebutuhan SPPG,” ujar Trunoyudo, Senin (28/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
1.502 SPPG Polri dalam Berbagai Tahap
Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, terdapat 1.502 SPPG Polri dalam berbagai tahapan pengembangan. Sebanyak 841 SPPG telah beroperasi, 390 SPPG dalam persiapan operasional, dan 271 SPPG masih berada dalam tahap pembangunan.
Jaringan SPPG tersebut diproyeksikan melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat dan menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja. Menurut Trunoyudo, jumlah itu perlu diimbangi dengan ketersediaan bahan pangan yang terjaga secara berkelanjutan.
“Kapolri mengarahkan agar dukungan Polri tidak berhenti pada pembangunan SPPG. Jajaran juga didorong melihat potensi produksi di wilayahnya masing-masing dan membangun hubungan produsen pangan dengan kebutuhan SPPG,” jelasnya.
Produksi Pangan Muara Gembong Mendukung 12 SPPG
Polda Metro Jaya mengembangkan kawasan pangan di Muara Gembong dengan memperluas jumlah kolam dari sekitar 60 menjadi 128 kolam. Pada panen raya yang berlangsung Senin, kawasan itu menghasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam.
Hasil perikanan tersebut terdiri atas 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vaname, serta 1.000 kilogram udang pancet.
Dari hasil tersebut, sebanyak 5.171 kilogram ikan telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan 12 SPPG Polda Metro Jaya. SPPG itu melayani sekitar 30.997 penerima manfaat.
Untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan, distribusi dilakukan menggunakan kendaraan yang dilengkapi box es. Pola tersebut menjadi bagian dari rantai pasok, mulai dari produksi, penjagaan mutu, hingga penyaluran ke SPPG.
Setiap Wilayah Diminta Mengembangkan Potensi Lokal
Trunoyudo mengatakan, pola yang diterapkan di Muara Gembong dapat menjadi contoh bagi Polda jajaran. Namun, hal yang perlu diterapkan bukan bentuk kegiatannya secara sama, melainkan konsep pemetaan potensi wilayah dan penghubungan produksi masyarakat dengan kebutuhan SPPG.
“Yang direplikasi bukan semata-mata bentuk kegiatannya, tetapi konsepnya. Polda jajaran dapat memetakan potensi pangan masing-masing, membangun produksi bersama masyarakat, menjaga kualitas, menyiapkan distribusi, kemudian menghubungkannya dengan SPPG,” katanya.
Ia menjelaskan, wilayah pertanian dapat mengembangkan beras, jagung, sayur, dan buah. Wilayah peternakan dapat memperkuat produksi telur, ayam, serta sumber protein lainnya. Sementara itu, wilayah pesisir dapat mengembangkan komoditas ikan dan udang.
Penguatan rantai pasok MBG juga didukung melalui rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) dengan kompetensi di bidang pertanian, perikanan, peternakan, gizi, dan bidang terkait lainnya.
“Bakomsus menjadi bagian dari penguatan SDM untuk mendukung program pemerintah. Personel dengan kompetensi pertanian, perikanan, peternakan dan gizi dapat membantu memperkuat sisi teknis produksi, pendampingan, kualitas hingga keberlanjutan rantai pasok,” ujar Trunoyudo.
Menurut dia, rantai pasok yang kuat dapat membuka jalur penyerapan bagi produksi masyarakat dan memastikan SPPG memperoleh pasokan secara berkelanjutan. Model tersebut juga diharapkan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan rantai pasok yang kuat, produksi masyarakat memiliki jalur penyerapan, SPPG memperoleh pasokan yang berkelanjutan, dan masyarakat ikut memperoleh manfaat ekonomi. Ini bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah melalui pendekatan berbasis potensi daerah,” pungkasnya.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















