Headline.co.id, Jakarta ~ International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 mempertemukan para imam besar dan tokoh agama dari berbagai negara di Jakarta untuk menyuarakan perdamaian dan toleransi. Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan delegasi pada Kamis (24/9/2026), kemudian dilanjutkan salat Jumat dan kajian di Masjid Istiqlal pada Jumat (25/9/2026). Ketua Organizing Committee IGIC 2026 Faried F. Saenong mengatakan Masjid Istiqlal menjadi titik awal kegiatan karena forum tersebut diarahkan untuk memperkuat peran agama dalam membangun perdamaian. Konferensi itu dikonfirmasi diikuti delegasi dari sekitar 39 negara dengan melibatkan tokoh agama internasional, imam daerah, serta pengurus masjid dari berbagai wilayah Indonesia.
Setelah salat Jumat di Masjid Istiqlal, para peserta dijadwalkan mengikuti kajian bersama Grand Mufti Mesir dan Grand Imam Al-Aqsa, kemudian doa bersama. Faried menyampaikan agenda tersebut dalam sebuah diskusi di salah satu stasiun televisi swasta, Senin (28/9/2026).
“Setelah salat Jumat di Istiqlal itu ada kajian yang akan diisi oleh Grand Mufti Mesir dan Grand Imam Al-Aqsa, sekaligus doa bersama,” ujar Faried.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
IGIC 2026 Buka Akses Kegiatan di Masjid Istiqlal
Rangkaian kegiatan IGIC 2026 di Masjid Istiqlal juga mencakup Ambassador Gathering. Agenda ini mempertemukan delegasi dengan perwakilan diplomatik dari negara-negara yang mengirimkan delegasi.
Sekitar 39–42 duta besar dijadwalkan mengikuti kegiatan tersebut. Pada malam harinya, panitia menyiapkan gala dinner bersama Presiden, yang pelaksanaannya masih dikoordinasikan dengan pihak Istana.
Faried menjelaskan, kegiatan di Masjid Istiqlal terbuka bagi masyarakat. Sebaliknya, konferensi utama hanya diikuti delegasi dan undangan yang telah ditetapkan panitia.
“Acara kita di Istiqlal welcome, semua insyaallah bisa hadir karena memang setelah salat Jumat kita laksanakan. Sementara di konferensinya sendiri adalah undangan-undangan dan delegasi-delegasi,” jelas Faried.
Ketua Steering Committee IGIC 2026 Irjen Pol. Muhammad Sabilul Alif mengatakan keterlibatan masyarakat akan didukung dengan kehadiran pelaku UMKM di sekitar Masjid Istiqlal. Masyarakat dapat mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi sekaligus mendengarkan ceramah yang disampaikan para ulama internasional.
Tokoh Agama dari Berbagai Negara Hadir
Sabilul mengatakan IGIC 2026 telah mendapat konfirmasi kehadiran dari sekitar 39 negara dengan jumlah delegasi sekitar 49 orang. Tokoh agama yang dijadwalkan hadir lain Grand Mufti Mesir, Grand Imam Al-Aqsa, serta grand imam dari Inggris, Brasil, dan Turki.
“Para tokoh imam ini hadir, satu yang pertama adalah Grand Mufti Mesir. Yang kedua, Grand Imam Al-Aqsa. Terus dari Grand Imam Inggris, Grand Imam Brasil, dan Turki,” ujar Sabilul.
Menurut Sabilul, kehadiran para imam tersebut tidak semata-mata menjadi forum pertemuan tokoh agama. Mereka juga membawa pesan bahwa agama dapat berkontribusi dalam membangun perdamaian.
Konferensi utama IGIC 2026 diisi sesi pembukaan dan pembahasan sejumlah tema utama. Pada 27 September, agenda dilanjutkan melalui sejumlah breakout panel sebelum rangkaian konferensi ditutup pada sore hari.
Libatkan Sekitar 500 Imam dan Pengurus Masjid
Selain tokoh agama dari luar negeri, IGIC 2026 melibatkan imam dan pengurus masjid dari berbagai daerah di Indonesia. Faried mengatakan sekitar 500 peserta dari dalam negeri diproyeksikan hadir.
Peserta tersebut berasal dari imam besar masjid tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta pengurus wilayah dan cabang Ittihad Persaudaraan Imam Masjid Seluruh Indonesia.
Pelibatan imam dari daerah dilakukan melalui roadshow menuju IGIC 2026. Kegiatan itu digelar sejak Mei di Samarinda, dilanjutkan di Makassar pada Juni, Banten dan Surabaya pada Juli, serta Bandung.
Roadshow tersebut diisi tausiah, tabligh akbar, dan seminar dengan tema besar IGIC. Setiap kegiatan disebut dihadiri sekitar 10.000–15.000 orang.
“Kita betul-betul mendapat sambutan dari masyarakat bagaimana ingin menunjukkan juga bahwa imam-imam ini punya peran yang juga dinanti-nanti,” kata Faried.
Menurut Faried, rangkaian kegiatan di daerah menunjukkan bahwa imam dan pemuka agama memiliki peran dalam merespons berbagai persoalan sosial maupun isu global.
Imam Didorong Menjadi Mitra Perdamaian
Sabilul mengatakan keterlibatannya dalam IGIC 2026 berkaitan dengan upaya membangun keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan sosial serta kultural. Ia menilai tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Sabilul, pendekatan kepada tokoh agama dapat menjadi bagian dari upaya membangun keamanan secara konstruktif karena imam memiliki kedekatan dengan masyarakat hingga tingkat akar rumput.
“Pendekatan dengan tokoh spiritual itu adalah penegakan hukum yang bersifat konstruktif dan lebih mengena di masyarakat,” kata Sabilul.
Ia mencontohkan keberadaan Bhabinkamtibmas di tingkat desa yang dapat membangun kerja sama dengan imam, tokoh masyarakat, Babinsa, dan kepala desa. Jejaring tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pesan keamanan, toleransi, dan perdamaian.
“Para imam ini diajak untuk menyampaikan pesan-pesan kedamaian, pesan-pesan toleransi, pesan-pesan perdamaian,” ujarnya.
Sabilul berharap para imam yang mengikuti IGIC 2026 dapat menjadi bagian dari jejaring perdamaian di wilayah masing-masing. Dengan pengaruh moral yang dimiliki, pesan perdamaian dari para imam diharapkan menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















