Highlight Berita:
Headline.co.id, Tangerang ~ Automechanika Jakarta 2026 resmi digelar untuk pertama kalinya di Indonesia pada 24-27 September 2026 di Nusantara International Convention Exhibition atau NICE PIK 2, Tangerang, Banten. Pameran komponen dan aftermarket otomotif internasional ini menghadirkan 339 peserta dari 15 negara dan wilayah untuk mempertemukan industri nasional dengan jaringan, teknologi, perdagangan, dan rantai pasok global. Penyelenggaraan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi, mitra rantai pasok, serta pusat regional investasi industri otomotif.
Kehadiran Automechanika Jakarta membuka akses bagi perusahaan Indonesia untuk terhubung dengan sumber daya dan jaringan internasional. Pada saat yang sama, perusahaan global memperoleh akses langsung ke pasar otomotif Indonesia dan kawasan ASEAN yang terus berkembang melalui pertemuan dengan pelaku industri lokal.
339 Peserta dari 15 Negara dan Wilayah Hadir
Sebanyak 339 peserta pameran berasal dari Indonesia serta sejumlah negara dan wilayah, yakni China, Jerman, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Lituania, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Penyelenggaraan pameran juga mendapat dukungan dari delapan asosiasi Indonesia dan 10 asosiasi global.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jangkauan internasional AMJKT 2026 diperkuat melalui tujuh paviliun luar negeri yang mewakili China, Uni Eropa, India, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand. Selain paviliun luar negeri, terdapat Paviliun Indonesia yang menjadi ruang bagi industri dalam negeri untuk memperlihatkan kemampuan produksinya kepada pengunjung dan pelaku usaha internasional.
Indonesia Didorong Jadi Basis Produksi dan Rantai Pasok
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan penyelenggaraan Automechanika Jakarta menunjukkan perubahan pandangan industri otomotif global terhadap Indonesia. Menurut dia, posisi Indonesia tidak lagi sebatas sebagai pasar kendaraan, tetapi juga berkembang dalam aktivitas produksi, rantai pasok, dan investasi.
'Hal ini menunjukkan bahwa industri otomotif global kini memandang Indonesia secara berbeda. Kita tidak lagi menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi, mitra rantai pasok dan pusat regional untuk investasi,' ujar Faisol saat membuka AMJKT 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (24/9/2026).
Faisol menyebut posisi tersebut ditopang kondisi perekonomian nasional yang tetap tumbuh di tengah ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global. Pada kuartal II 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,29 persen, sedangkan industri manufaktur nonmigas tumbuh 5,32 persen dan berkontribusi 16,83 persen terhadap produk domestik bruto.
Kinerja Industri dan Produksi Kendaraan Jadi Penopang
Dari sisi investasi, sektor manufaktur nonmigas disebut menyumbang 38,98 persen dari total investasi nasional dengan nilai sekitar Rp200 triliun. Sementara itu, angka ekspor pada periode Januari-Juni 2026 tercatat sebesar 82,03 persen berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Perindustrian.
Perkembangan industri otomotif juga terlihat dari produksi kendaraan dalam negeri. Faisol menyebut produksi kendaraan nasional pada 2026 tumbuh 13,4 persen secara tahunan menjadi sekitar 860.000 unit. Capaian tersebut dinilai memperkuat peran Indonesia sebagai basis produksi dan perakitan kendaraan.
Pasar kendaraan roda dua turut menjadi bagian penting dalam industri otomotif nasional. Indonesia disebut sebagai pasar kendaraan roda dua terbesar ketiga di dunia, dengan penjualan sepeda motor domestik pada 2026 mencapai sekitar 4,3 juta unit atau tumbuh 2,2 persen dibandingkan periode sebelumnya.
'Ini adalah kesempatan besar untuk pengguna teknologi tinggi. Kemenperin akan terus mendukung industri otomotif nasional dan bekerja sama untuk menguasai teknologi baru untuk meningkatkan industri domestik dan menjadikan Indonesia pemain utama dalam pengembangan industri otomotif,' kata Faisol.
UMKM Lokal Masuk Ekosistem Aftermarket Global
Automechanika Jakarta 2026 tidak hanya menghadirkan perusahaan berskala global. Paviliun Indonesia menampilkan 20 UMKM lokal yang dihadirkan oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian UMKM, dan Yayasan Dharma Bhakti Astra. Kehadiran pelaku usaha lokal tersebut memperluas kesempatan industri nasional untuk memperkenalkan kemampuan dan produknya dalam pameran internasional.
Kemampuan industri lokal yang ditampilkan mencakup sistem termal, peralatan keselamatan, rekayasa presisi, tooling, distribusi elektronik, hingga layanan purnajual. Ragam bidang tersebut menjadi bagian dari ekosistem komponen dan aftermarket yang dipertemukan dengan pelaku industri dari berbagai negara.
Automechanika Jakarta Buka Peluang Perdagangan dan Teknologi
Senior Vice President Consumer Goods, Automotive and Textile Show and Sales Messe Frankfurt Exhibition GmbH Stephan Kurzawski mengatakan Automechanika telah berkembang menjadi salah satu pameran dagang aftermarket otomotif terkemuka sejak pertama kali didirikan pada 1971.
'Sejak didirikan pada tahun 1971, Automechanika telah berkembang menjadi pameran dagang terkemuka aftermarket otomotif di dunia,' ujar Stephan.
Pada penyelenggaraan perdananya di Indonesia, Automechanika Jakarta menempati area seluas 20.800 meter persegi yang terdiri dari empat hall indoor serta area outdoor untuk berbagai aktivitas. Pameran mempertemukan pelaku industri komponen, suku cadang, peralatan bengkel, teknologi, dan layanan otomotif.
Selain menjadi ruang untuk memperkenalkan produk dan teknologi terbaru, AMJKT 2026 diarahkan untuk membuka peluang perdagangan, pertukaran pengetahuan, kemitraan, dan kolaborasi antara industri Indonesia dan internasional. Keterlibatan ratusan peserta dari berbagai negara menjadikan pameran ini sebagai forum yang mempertemukan industri otomotif nasional dengan ekosistem aftermarket serta rantai pasok global.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















