Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ XPeng memperluas strategi bisnisnya dengan membidik pendapatan dari teknologi di luar penjualan mobil listrik setelah perusahaan masih mencatat rugi bersih pada kuartal II 2026. Perusahaan asal China itu berencana menawarkan teknologi yang selama ini dikembangkan untuk kendaraannya kepada produsen otomotif asing, pemasok komponen, hingga pengembang perangkat lunak. Langkah tersebut dilakukan melalui skema lisensi dan kustomisasi dengan memanfaatkan portofolio arsitektur kendaraan, kokpit pintar, perangkat lunak bantuan pengemudi, serta kecerdasan buatan. Strategi ini menjadi upaya XPeng membangun sumber pendapatan dengan margin yang berpotensi lebih tinggi dibandingkan hanya mengandalkan penjualan kendaraan.
XPeng Temukan Sumber Cuan Baru di Luar Bisnis Mobil Listrik dengan menempatkan teknologi di balik kendaraannya sebagai aset yang dapat digunakan perusahaan lain. Perubahan arah tersebut memperluas posisi XPeng dari sekadar produsen kendaraan listrik menjadi perusahaan yang mengembangkan kendaraan, perangkat lunak, kecerdasan buatan, robotaxi, dan robotika.
Kolaborasi Volkswagen Jadi Pijakan Bisnis Teknologi
Pengembangan bisnis teknologi XPeng berangkat dari kolaborasinya dengan Volkswagen di China. Melalui kerja sama tersebut, teknologi XPeng telah digunakan pada Volkswagen ID. UNYX 08, sebuah SUV listrik yang dikembangkan untuk pasar China.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pada model tersebut, Volkswagen menggunakan platform kelistrikan 800 volt serta teknologi bantuan pengemudi canggih berbasis Level 2. ID. UNYX 08 juga dibekali teknologi pintar XPeng, termasuk sistem intelligent driving dengan kemampuan komputasi tinggi.
Pemanfaatan teknologi tersebut menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan XPeng untuk kendaraan buatannya dapat diterapkan pada produk merek otomotif global. Kolaborasi dengan Volkswagen kemudian menjadi salah satu pijakan perusahaan untuk membawa teknologi tersebut ke cakupan bisnis yang lebih luas.
XPeng Siapkan Lisensi Teknologi untuk Mitra Global
XPeng berencana memperluas skema lisensi dan kustomisasi kepada lebih banyak perusahaan. Calon pengguna teknologi itu tidak terbatas pada produsen kendaraan, tetapi juga mencakup pemasok otomotif dan perusahaan pengembang perangkat lunak global.
Portofolio yang disiapkan antara lain arsitektur elektrikal dan elektronik kendaraan, sistem kokpit pintar, perangkat lunak bantuan pengemudi, serta chip kecerdasan buatan Turing yang dikembangkan XPeng. Dengan skema tersebut, teknologi yang sebelumnya menjadi bagian dari kendaraan XPeng dapat menghasilkan pendapatan tersendiri tanpa harus selalu disertai penjualan mobil.
Perusahaan juga membuka peluang untuk menggunakan teknologi tersebut pada sektor yang lebih luas, termasuk robotaxi, robot humanoid, dan berbagai aplikasi kecerdasan buatan. Langkah ini memperlihatkan bahwa teknologi kendaraan menjadi fondasi bagi ekspansi XPeng ke lini bisnis lain.
Pendapatan Layanan Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat
Strategi diversifikasi tersebut berjalan bersamaan dengan perkembangan kinerja keuangan perusahaan. Pada kuartal II 2026, XPeng membukukan pendapatan total sebesar 19,74 miliar yuan. Dari jumlah tersebut, pendapatan penjualan kendaraan mencapai 17,05 miliar yuan dan meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, pendapatan dari layanan dan bisnis lainnya tercatat sebesar 2,70 miliar yuan. Nilainya meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan. Margin dari lini layanan dan bisnis lainnya juga disebut jauh lebih tinggi dibandingkan margin kendaraan, sehingga menunjukkan adanya potensi pendapatan yang lebih menguntungkan di luar penjualan mobil.
Meski pendapatan berkembang, XPeng masih membukukan rugi bersih pada kuartal II 2026. Kondisi tersebut membuat pengembangan bisnis bermargin lebih tinggi menjadi penting dalam strategi perusahaan untuk mengejar profitabilitas.
Robotaxi dan Robot Humanoid Jadi Ekspansi Berikutnya
Di luar teknologi otomotif, XPeng juga memperluas kegiatan ke sektor robotika. Perusahaan telah memulai produksi lini robot humanoid IRON sebagai bagian dari langkah membawa teknologi robot humanoid dari tahap riset dan pengembangan menuju produksi.
XPeng pada saat yang sama mengembangkan bisnis robotaxi dengan mengandalkan teknologi kecerdasan buatan dan chip Turing buatannya sendiri. CEO XPeng He Xiaopeng menyatakan optimisme bahwa bisnis robot humanoid memiliki potensi menghasilkan margin keuntungan lebih tinggi dibandingkan bisnis kendaraan konvensional.
Rangkaian langkah tersebut membuat XPeng membangun model bisnis yang semakin luas. Kendaraan listrik tetap menjadi bisnis utama, tetapi perangkat lunak, AI, robotaxi, dan robotika mulai disiapkan menjadi sumber pertumbuhan tambahan.
Apabila skema lisensi teknologi dapat diperluas kepada lebih banyak perusahaan global, XPeng berpeluang memperoleh pendapatan tambahan dari teknologi yang sebelumnya dikembangkan untuk produk internal. Dengan strategi itu, mobil listrik bukan lagi satu-satunya produk yang dapat menghasilkan pendapatan karena teknologi di balik kendaraan juga mulai diposisikan sebagai aset bisnis tersendiri.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















