Headline.co.id, Mojokerto ~ Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyiapkan Liga Desa Nasional sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Desa Nasional 2027. Ajang ini ditujukan untuk mempertemukan potensi sepak bola dari desa-desa di berbagai daerah sekaligus membuka kesempatan bagi talenta muda untuk berkembang. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri Grand Final Penutupan Kompetisi Sepak Bola Putri di Desa Cibeber, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (22/9/2026). Liga Desa Nasional dirancang sebagai ruang pengembangan bakat, penguatan kebersamaan, serta penggerak aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Menurut Yandri, penyelenggaraan Liga Desa Nasional akan melibatkan desa dalam jumlah besar. Kompetisi itu diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat interaksi antarmasyarakat desa sekaligus menggali potensi yang berada di tingkat akar rumput.
“Dan kita nanti juga akan menyelenggarakan Liga Desa, dalam rangka Hari Desa Nasional. Itu ada ribuan atau puluhan ribu desa se-Indonesia. Jadi event ini saya kira bagus untuk dicontoh oleh desa-desa yang lain,” kata Yandri saat memberikan sambutan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Liga Desa Nasional Jadi Ruang Pencarian Talenta
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, direncanakan menjadi tuan rumah utama penyelenggaraan Hari Desa Nasional 2027 sekaligus Liga Desa Nasional. Kompetisi tersebut tidak hanya diarahkan sebagai pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat desa untuk menunjukkan potensi dan memperkuat kebersamaan.
Yandri mengatakan, banyak talenta sepak bola dari pelosok daerah yang belum memperoleh kesempatan mengembangkan kemampuan melalui akademi besar. Kondisi itu membuat sejumlah pemain muda desa belum memiliki akses untuk memperkenalkan bakatnya kepada pemandu bakat maupun klub profesional.
Kehadiran Liga Desa Nasional diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi pemain muda dari desa untuk mendapatkan perhatian lebih luas. “Banyak talenta luar biasa di pelosok daerah yang tidak tersentuh oleh akademi besar. Liga Desa menjadi pintu masuk bagi pemuda desa untuk dilirik bakatnya oleh pemandu bakat nasional dan klub profesional,” ujar Yandri.
Dengan konsep yang melibatkan desa-desa di berbagai daerah, ajang tersebut diharapkan memberi kesempatan lebih besar bagi pemain lokal untuk tampil. Selain sepak bola, pemerintah juga menyatakan dukungan terhadap kegiatan olahraga lain yang dapat digerakkan di tingkat desa.
Dampak Liga Desa Nasional bagi Ekonomi Desa
Yandri menilai kompetisi olahraga di desa berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pertandingan yang dihadiri penonton dapat menciptakan peluang bagi pedagang kaki lima, penjual minuman, serta pelaku usaha makanan dan camilan lokal.
Aktivitas tersebut dinilai dapat menambah pergerakan ekonomi di sekitar lokasi pertandingan. Karena itu, penyelenggaraan Liga Desa Nasional diharapkan tidak berhenti pada aspek kompetisi, tetapi juga ikut mendorong perkembangan desa dan potensi wisata desa.
“Kami meyakini dengan agenda lomba sepak bola ini maka saya yakin desa-desa di Indonesia akan berkembang, dari mulai ekonominya, desa wisatanya, dan tentu olahraga sehat badannya dan rohaninya,” papar Yandri.
Menurut dia, olahraga dapat menjadi bagian dari upaya menggerakkan pembangunan dari tingkat akar rumput. Kegiatan pertandingan juga dapat mempertemukan warga, membangun kebersamaan, dan mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki desa.
Dukungan Sarana dan Pembinaan Atlet Lokal
Untuk mendukung pengembangan olahraga di desa, pemerintah desa didorong memperhatikan ketersediaan sarana dan prasarana olahraga. Pembinaan atlet lokal juga dapat dilakukan melalui program yang sesuai dengan ketentuan Dana Desa.
Kemendes PDT menyebut dukungan terhadap kegiatan olahraga tidak terbatas pada sepak bola. Bola voli, futsal, dan cabang olahraga lain juga akan digerakkan di tingkat desa sesuai dengan program kegiatan olahraga yang tersedia.
“Tentu kegiatan-kegiatan seperti ini akan terus kita dukung, karena kita juga punya program kegiatan olahraga, bukan hanya sepak bola. Tapi juga ada bola voli, futsal, dan lain sebagainya. Juga akan kita gerakkan di tingkat desa,” papar Yandri Susanto.
Yandri berharap Liga Desa Nasional dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan kegiatan olahraga. Pada saat yang sama, kompetisi tersebut diharapkan membuka ruang bagi pengembangan sumber daya manusia dan potensi ekonomi di pedesaan.
Dalam kegiatan di Desa Cibeber, turut hadir Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein dan Ketua Umum APDESI Merah Putih Anwar Sadat. Yandri didampingi Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT Nugroho Setijo Nagoro, serta Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















