Headline.co.id, Buleleng ~ Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, memperkuat penanganan TBC melalui pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC. Langkah ini dibahas dalam Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng secara daring pada Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti seluruh puskesmas, perwakilan 148 desa/kelurahan, SKPD terkait, TP PKK, unsur FORKOM Desa/Kelurahan, serta para camat untuk mempercepat deteksi dini, pendampingan pasien, dan pencegahan penularan.
Program ini ditempuh karena penanganan TBC di Buleleng masih menghadapi tantangan teknis dan sosial. Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mencatat capaian penemuan kasus atau treatment coverage pada 2025 sebesar 82 persen dari target 90 persen, sedangkan angka keberhasilan pengobatan atau success rate mencapai 77 persen dari target 90 persen.
Peran Kader dan Legalitas Tim Siaga TBC
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, mengatakan, percepatan penanganan TBC membutuhkan komitmen hingga tingkat desa dan kelurahan. Penguatan kader dan pembentukan tim siaga menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Percepatan penanganan TBC tidak bisa lagi dilakukan dengan pola biasa. Kita membutuhkan komitmen kuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan melalui penguatan kader serta legalitas pembentukan tim siaga,” ujar Mertiasa.
Menurut Mertiasa, kader berperan dalam mendukung deteksi dini dan mendampingi pasien hingga menyelesaikan pengobatan. Karena itu, Surat Keputusan (SK) Kepala Desa atau Lurah tentang Pembentukan Tim Siaga TBC diperlukan sebagai payung hukum pelaksanaan program di tingkat lokal.
Legalitas tersebut dinilai penting agar pembentukan tim siaga tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi dapat memperkuat pelaksanaan penanggulangan TBC di desa dan kelurahan.
Tantangan Penanganan TBC di Buleleng
Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng masih menemukan sejumlah kendala dalam pembentukan tim siaga TBC. Kendala itu meliputi perbedaan pemahaman perangkat desa mengenai urgensi penanganan TBC, keterbatasan alokasi anggaran, serta penolakan Terapi Pencegahan TBC (TPT) oleh kontak serumah pasien akibat stigma di masyarakat.
Selain capaian penemuan kasus dan keberhasilan pengobatan yang masih berada di bawah target, data Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng menunjukkan angka kematian pasien sebesar 12 persen dan loss to follow-up sebesar 9 persen pada 2025.
Mertiasa menegaskan, berbagai hambatan tersebut perlu diurai bersama melalui kerja sama pemerintah desa, kader, puskesmas, dan masyarakat.
“Hambatan teknis maupun sosial di lapangan harus kita urai bersama. SK Desa dan Kelurahan Siaga TBC bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud nyata hadirnya pemerintah desa untuk melindungi warganya dari penularan TBC,” tegas Mertiasa.
Lima Tahapan Pembentukan Sepanjang 2026
Pemkab Buleleng telah menetapkan lima tahapan kegiatan untuk mempercepat pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC sepanjang 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan Rapat Koordinasi Pembentukan pada 28 Juli 2026.
Tahap berikutnya berupa sosialisasi secara hybrid pada 28 Agustus 2026, kemudian Pertemuan Monitoring dan Evaluasi yang berlangsung pada 21 September 2026. Kegiatan monev tersebut menjadi wadah untuk membahas perkembangan pembentukan tim siaga bersama unsur terkait di tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan.
Selanjutnya, Workshop Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC dijadwalkan pada Oktober 2026. Rangkaian itu akan dilanjutkan dengan Sosialisasi dan Launching Penyelenggaraan Desa dan Kelurahan Siaga TBC pada November 2026.
Melalui rangkaian tersebut, Pemkab Buleleng menargetkan penguatan peran pemerintah desa, kader, puskesmas, dan masyarakat dalam penanggulangan TBC. Program ini diharapkan mendukung deteksi dini, pendampingan pasien, serta pencegahan penularan TBC di tingkat komunitas sebagai bagian dari upaya mendukung target Eliminasi TBC Nasional 2030.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















