Headline.co.id, Gianyar ~ SLEMAN – PSS Sleman akan memulai kembali perjalanan mereka di Liga 1 Indonesia dengan menghadapi Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Jumat (4/09/2026). Setelah satu musim berlaga di Championship 2025/2026, Super Elang Jawa kini kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Pertandingan ini juga menandai kembalinya suporter tandang, yang sebelumnya dibatasi selama beberapa musim terakhir.
Musim 2026/2027 menghadirkan suasana baru dengan diperbolehkannya kembali kehadiran suporter tim tamu. Bagi PSS Sleman, ini adalah kesempatan untuk merasakan kembali dukungan langsung dari para pendukung setia mereka, yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan klub. Kehadiran suporter di stadion tandang memberikan semangat tambahan bagi tim saat bertanding jauh dari Sleman.
Asisten Pelatih PSS Sleman, Demerson Bruno, menyambut positif kembalinya suporter di laga tandang. Menurutnya, dukungan dari tribun bukan hanya sekadar menambah warna, tetapi juga memberikan energi tambahan bagi para pemain. “Luar biasa. Sekarang, dukungan untuk PSS ada di mana-mana. Di mana pun kami bermain, pasti ada banyak suporter yang datang. Tentu tim sangat senang kalau mereka bisa hadir bersama kami,” ujar Demerson seusai latihan di Lapangan Pakembinangun, Selasa (01/09/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Demerson menekankan pentingnya hubungan pemain dan suporter, terutama dalam pertandingan tandang. Suara dari tribun pendukung PSS diyakini mampu memberikan dorongan psikologis dan menjaga semangat pemain sepanjang pertandingan. “Saya selalu bilang kepada pemain, kalau suporter PSS datang memberikan support, mereka menjadi pemain ke-12 kami. Ini sangat penting. Jadi, ketika mereka datang memberikan support kepada kami, tentu tim juga senang sekali. Kami akan berjuang dan bermain spartan untuk mereka,” tambahnya.
Kehadiran suporter di laga tandang juga membawa tanggung jawab bersama. Dukungan harus tetap positif dan tertib, dengan memperhatikan keselamatan dan keamanan. Hal ini penting agar kesempatan mendampingi PSS di berbagai kota dapat terus terjaga sepanjang kompetisi. Bagi PSS, laga tandang bukan hanya tentang bermain jauh dari rumah, tetapi juga tentang merasakan dukungan yang membuat jarak Sleman dan tempat bertanding seolah tak berarti. Dukungan suporter menjadi rumah yang ikut berjalan, ke mana pun Super Elang Jawa melangkah.



















