Headline.co.id, Jakarta ~ 25 Agustus 2026 – Menjelang aksi yang direncanakan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Aliansi BEM Persatuan se-DKI Jakarta mengimbau semua pihak untuk menjaga demokrasi tetap damai dan bermartabat. Koordinator BEM Persatuan se-DKI Jakarta, Ikhsan Buyung, menekankan pentingnya penyampaian aspirasi sebagai bagian dari kehidupan demokrasi yang sehat. Ia mengajak semua pihak untuk menyikapi perbedaan pandangan melalui dialog yang konstruktif dan saling menghormati.
Ikhsan menyatakan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Namun, ia mengingatkan bahwa hak tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab menjaga ketertiban dan menghormati hak masyarakat lainnya. “Kami menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum, namun harus tetap bertanggung jawab,” ujar Ikhsan.
Lebih lanjut, Ikhsan menekankan bahwa kehidupan demokrasi akan semakin kuat jika setiap kelompok masyarakat dapat menyampaikan gagasan secara terbuka dan inklusif, tanpa mengabaikan pandangan yang berbeda. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga narasi dan penyampaian aspirasi agar tetap proporsional dan objektif, serta tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat. “Semangat demokrasi akan semakin kuat apabila setiap pihak dapat menyampaikan gagasan secara terbuka dan menghormati perbedaan yang ada,” tambahnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ikhsan juga menyoroti pentingnya menghormati simbol dan institusi negara dalam menyampaikan kritik, masukan, maupun tuntutan terhadap kebijakan publik. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara santun dan damai dapat menjadi bahan evaluasi yang konstruktif bagi pemerintah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, dan solutif dalam menyampaikan pandangan maupun tuntutan. Dengan demikian, ruang demokrasi dapat tetap menjadi tempat bertukar gagasan dan menyampaikan kritik secara sehat, tanpa mengorbankan persatuan serta kepentingan masyarakat luas.
















