Headline.co.id, Cianjur ~ Tim Nasional Lari Trail Indonesia berhasil meraih seluruh medali emas dalam kategori Mountain Classic pada hari terakhir Southeast Asia Trail Running Confederation (SEATRC) Cup 2026 yang berlangsung di Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (26/7/2026). Keberhasilan ini melengkapi perolehan enam medali emas Indonesia selama kejuaraan tersebut, menegaskan dominasi atlet Merah Putih di ajang lari trail tingkat Asia Tenggara.
Ketua Kontingen Indonesia pada SEATRC Cup 2026, Dr. Donny Gahral Adian, menyatakan bahwa hasil ini merupakan kebanggaan bagi Pengurus Pusat Asosiasi Lari Trail Indonesia (PP ALTI) dan menunjukkan keberhasilan pembinaan atlet secara berjenjang. “Ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi para atlet serta pelatih,” ujar Donny. Ia berharap prestasi ini dapat memotivasi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi di tingkat internasional. “Kami berharap ini menjadi awal dari lebih banyak kesuksesan di masa depan,” katanya.
Pada nomor Mountain Classic Senior Putra sejauh 10 kilometer, atlet Indonesia Yusri Nanda berhasil menjadi juara dengan catatan waktu 52 menit 55 detik, unggul tipis atas rekan senegaranya Putra Aldio yang mencatat waktu sama namun finis di posisi kedua. Sementara itu, Indra Saputra menjadi juara Mountain Classic Junior Putra dengan waktu 53 menit 7 detik. Yusri mengaku bersyukur mampu meraih kemenangan meski sempat mengalami gangguan kesehatan sebelum berlaga. “Saya sangat bersyukur bisa menyelesaikan lomba dengan baik,” ujarnya.
Dominasi Indonesia juga terlihat di sektor putri. Fitri meraih medali emas Mountain Classic Senior Putri dengan catatan waktu 1 jam 9 menit 11 detik, sedangkan Melda Cantika menjadi juara Mountain Classic Junior Putri dengan waktu 1 jam 9 menit 13 detik. Fitri mengaku bangga dapat mempersembahkan dua medali emas pada penampilan perdananya di SEATRC Cup, setelah sebelumnya juga menjuarai nomor Vertical 7 Kilometer. “Ini adalah pencapaian yang luar biasa bagi saya,” kata Fitri. Ia mengakui kondisi fisik menjadi tantangan utama karena harus kembali bertanding dalam waktu singkat. “Kondisi fisik memang menjadi tantangan, tapi saya berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, memberikan apresiasi atas prestasi atlet-atlet Indonesia yang dinilai membanggakan. “Prestasi ini sangat membanggakan dan harus menjadi motivasi untuk terus maju,” ujar Marciano. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi momentum memperkuat pembinaan olahraga lari trail di seluruh daerah sekaligus mengembangkan sport tourism berbasis potensi alam Indonesia. “Kita harus memanfaatkan potensi alam kita untuk mengembangkan sport tourism,” katanya.
SEATRC Cup 2026 berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan diikuti atlet dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand, Myanmar, Vietnam, Filipina, serta Singapura. Nomor Mountain Classic menjadi penutup rangkaian kejuaraan sekaligus memastikan Indonesia tampil sebagai kekuatan dominan pada ajang lari trail Asia Tenggara tahun ini.













