Headline.co.id, Sleman ~ Produk kain lurik dari Kapanewon Moyudan berhasil mencuri perhatian dan terjual habis dalam Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Yogyakarta pada 1-2 Juli 2026. Keberhasilan ini menunjukkan dampak positif dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengenakan produk lokal.
Kepala Jawatan Sosial Kapanewon Moyudan, Nur Cahyo Prasetyo Budi Utomo, menyatakan bahwa antusiasme pengunjung terhadap kain lurik sangat tinggi. “Setiap helai benang lurik yang dipamerkan merepresentasikan kerja keras para perajin, sekaligus filosofi tentang pentingnya merajut karakter sebagai fondasi dalam membangun masa depan pendidikan,” ujar Nur Budi. Tema yang diusung dalam pameran ini menonjolkan identitas daerah melalui karya para perajin lokal.
Antusiasme Pengunjung dan Identitas Budaya
Stan Kapanewon Moyudan menjadi salah satu primadona dalam pameran tersebut. Seluruh produk lurik yang dipamerkan ludes terjual bahkan sebelum acara resmi ditutup. Keberhasilan ini menegaskan bahwa lurik Moyudan bukan sekadar kain tradisional, tetapi juga simbol identitas budaya yang kaya nilai dan penggerak ekonomi masyarakat.
Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi
KPI 2026 merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Sleman dan Lingkar Daerah Pendidikan (LDP). Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan dari seluruh Indonesia, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Arifah Choiri Fauzi, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk. Kehadiran mereka menambah bobot acara ini sebagai platform penting untuk mempromosikan produk lokal.
Keberhasilan penjualan kain lurik Moyudan di KPI 2026 tidak hanya menguntungkan para perajin, tetapi juga memperkuat posisi kain lurik sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia. Dukungan pemerintah dan kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat terus mendorong pengembangan produk lokal di masa depan.





















