Headline.co.id, Banda Aceh ~ Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Banda Aceh mengadakan pembinaan intensif bagi 44 organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan tata kelola arsip yang baik dan benar. Kegiatan ini berlangsung di kantor dinas setempat dan bertujuan memperkuat sistem kearsipan sebagai fondasi tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.
Kepala Dispersip Kota Banda Aceh, Cut Azharida, menyampaikan bahwa pembinaan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh OPD mengenai pentingnya penciptaan dan pengelolaan arsip dari setiap kegiatan lembaga negara maupun pemerintah daerah. “Karena arsip itu sendiri nantinya akan berfungsi sebagai sumber informasi, alat bukti yang sah, sebagai bahan pengambilan keputusan, menjaga memori dan sejarah, meningkatkan tertib administrasi serta mendukung akuntabilitas dan transparansi,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Menurut Cut Azharida, kegiatan ini juga merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam mewujudkan good governance, khususnya pada aspek akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik. Ia berharap, setelah pembinaan tersebut, setiap OPD dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan sekaligus menerapkan standar yang seragam, termasuk dalam pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi).
“Setelah ini, kita berharap setiap OPD bisa meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan keseragaman dalam menerapkan sistem kearsipan, termasuk pemanfaatan aplikasi kearsipan seperti Srikandi,” katanya. Aplikasi Srikandi dinilai mempermudah instansi pemerintah dalam mengelola arsip secara digital, mempercepat proses surat-menyurat, memudahkan penelusuran dokumen, meningkatkan keamanan arsip, mendukung digitalisasi pemerintahan, serta mengurangi penggunaan kertas.
Kegiatan pembinaan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Dispersip Nela Vanesa, Kepala Bidang Arsip Sri Syahrawati, serta narasumber Arsiparis Kota Banda Aceh Mustafa Kamal.




















