Headline.co.id, Banda Aceh ~ Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh menyatakan bahwa pelaksanaan rekonstruksi permanen pascabencana di beberapa wilayah terdampak masih menunggu pengesahan rencana induk. Rencana induk ini akan menjadi landasan utama untuk pembangunan jangka panjang di wilayah tersebut.
Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal Z.A, menjelaskan bahwa proses pemulihan pascabencana saat ini telah memasuki masa transisi setelah sekitar empat bulan penanganan darurat dilakukan. Berdasarkan evaluasi Dewan Pengarah dalam rapat di Jakarta, sejumlah sektor menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Safrizal menyebutkan bahwa perbaikan layanan pemerintahan, pemulihan akses masyarakat, serta penyediaan hunian bagi warga terdampak menjadi indikator penting dalam menilai kemajuan proses pemulihan. Selain itu, sektor pendidikan dan sosial juga mulai kembali berjalan secara bertahap. “Penanganan darurat dan masa transisi berjalan dengan baik dan lancar. Berbagai indikator menunjukkan kemajuan, baik dari sisi pelayanan publik, pendidikan, sosial, maupun penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak,” ujar Safrizal, Selasa (7/4/2026).
Namun demikian, Safrizal menegaskan bahwa upaya pemulihan yang berlangsung saat ini masih berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat serta penanganan kondisi darurat. Tahapan rekonstruksi permanen baru akan dilaksanakan setelah rencana induk resmi disahkan oleh pemerintah pusat.
Menurut Safrizal, dokumen rencana induk tersebut akan menjadi pedoman utama dalam pembangunan kembali wilayah terdampak bencana secara menyeluruh, terarah, dan berkelanjutan. “Rencana induk ini menjadi dasar untuk pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen. Saat ini dokumennya sudah dipaparkan kepada Dewan Pengarah dan tinggal menunggu persetujuan sebelum diajukan kepada Presiden untuk pengesahan,” pungkasnya.
Pengesahan dokumen tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan kembali infrastruktur, hunian, serta layanan publik di wilayah terdampak agar masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas secara normal.





















