Headline.co.id, Lampung ~ Fenomena benda terbang bercahaya yang menghebohkan warga Lampung Timur pada Sabtu malam (4/4) sekitar pukul 19.59 WIB mulai menemukan titik terang. Objek misterius yang terlihat melintas di langit wilayah Taman Nasional Way Kambas hingga sejumlah daerah lain diduga merupakan sampah antariksa (space debris) dari roket China CZ-3B R/B. Dugaan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL), Annisa Novia Indra Putri, berdasarkan hasil analisis awal terhadap pola pergerakan dan pecahan objek. Meski sempat memicu kekhawatiran, fenomena tersebut dinilai umumnya tidak berbahaya karena sebagian besar material terbakar di atmosfer.
Annisa menjelaskan bahwa indikasi kuat mengarah pada sampah antariksa dilihat dari karakteristik objek yang tampak pecah menjadi beberapa bagian saat melintas di langit.
“Kalau dari analisis awal kemungkinan itu space debris dari roket China CZ-3B R/B. Hal ini dilihat dari gerakan dan pecahannya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak berkaitan dengan kemunculan komet C/2026 A1 (MAPS) yang belakangan ramai diperbincangkan. Berdasarkan data astronomi, posisi komet tersebut pada 4 April berada dekat matahari sehingga kecil kemungkinan dapat terlihat dari bumi, khususnya di wilayah Lampung.
“Yang ini sepertinya tidak, karena berdasarkan data pada 4 April posisinya dekat matahari, bukan dekat bumi,” jelasnya.
Komet C/2026 A1 (MAPS) sendiri diketahui merupakan tipe sungrazing atau komet yang melintas sangat dekat dengan matahari. Pada awal April 2026, komet tersebut diprediksi mencapai titik terdekatnya dengan matahari, sehingga visibilitasnya dari bumi sangat terbatas.
Terkait potensi bahaya, Annisa menyampaikan bahwa sebagian besar sampah antariksa akan terbakar saat memasuki atmosfer bumi. Oleh karena itu, risiko terhadap masyarakat umumnya sangat kecil.
“Bergantung ukurannya, namun biasanya tidak (berbahaya), karena sebagian besar sudah terbakar di atmosfer, sehingga yang tersisa hanya serpihan kecil,” katanya.
Meski demikian, pihak Observatorium Astronomi ITERA Lampung masih melakukan analisis lanjutan untuk memastikan ukuran serta jenis objek yang melintas tersebut.
Sebelumnya, warga Desa Taman Sari, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, dikejutkan dengan kemunculan benda bercahaya yang melintas di langit. Objek tersebut tampak seperti roket atau meteor dan terlihat bergerak di atas kawasan Taman Nasional Way Kambas sebelum akhirnya menghilang.
Fenomena serupa juga dilaporkan terlihat dari sejumlah wilayah lain seperti Labuhan Ratu, Way Jepara, hingga Kota Metro. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut menggambarkan objek sebagai serpihan bercahaya dalam jumlah banyak.
“Objeknya tidak jelas itu apa, tapi jumlahnya seperti serpihan dan banyak sekali,” ujar Humas Taman Nasional Way Kambas, Riri Fitriandi.
Tak lama setelah kemunculan objek tersebut, warga juga mengaku mendengar suara ledakan beruntun dengan intensitas cukup besar. Namun hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah suara tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan fenomena benda bercahaya yang melintas di langit Lampung Timur tersebut.
Pihak terkait masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan asal-usul dan karakteristik objek, guna memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya kepada masyarakat.



















