Headline.co.id, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar ~ Sumatra Barat, terus mendorong kolaborasi masyarakat lokal dan perantau dalam menyediakan hunian layak bagi warga kurang mampu. Program bedah rumah ini telah berlangsung secara berkelanjutan di Nagari Padang Magek. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasinya terhadap peran aktif perantau dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
“Pelaksanaan program bedah rumah ini patut diapresiasi, karena menggambarkan sinergitas dan komunikasi perantau dan warga yang ada di ranah sangat baik. Karena itu atas nama pemerintah daerah saya sampaikan apresiasi,” ujar Bupati Eka Putra saat peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni di Jorong Guguak, Nagari Padang Magek, Kecamatan Rambatan, Rabu (1/4/2026).
Program ini diinisiasi oleh perantau dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam G3AD Community dan IKPM, yang hingga kini telah merehabilitasi sedikitnya lima unit rumah warga. Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh program tersebut karena memberikan dampak langsung bagi masyarakat. “Insya Allah, kami mendukung kegiatan ini sepenuhnya, karena kami menganggap kegiatan ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan akan terus terlaksana secara konsisten setiap tahunnya,” tambahnya.
Menurut Bupati, program ini menjadi bukti nyata kontribusi perantau dalam pembangunan kampung halaman serta memperkuat kolaborasi masyarakat di perantauan dan di daerah. “Poin penting dari kegiatan ini adalah semangat perantau asal Padang Magek untuk membangun kampung halamannya. Ini bukti nyata kolaborasi ranah dan rantau. Semoga semangat ini bisa ditiru oleh para perantau dari nagari-nagari lainnya,” ujarnya.
Bupati juga menilai bahwa keterlibatan perantau turut membantu pemerintah daerah dalam mengatasi keterbatasan anggaran pembangunan. “Ini merupakan kegiatan yang sangat membantu pemerintah daerah dalam membangun Tanah Datar, dimana seperti yang kita ketahui keterbatasan anggaran yang dialami oleh setiap daerah karena sistem efisiensi yang diterapkan oleh pemerintah pusat, Alhamdulillah perantau bisa membantu,” ungkapnya.
Ketua G3AD Community, Eril Kusnopi, menyatakan bahwa program bedah rumah layak huni merupakan bentuk komitmen perantau dalam mendukung pembangunan daerah. “Alhamdulillah, berkat dukungan seluruh pihak, rantau dan ranah terus disinergikan dengan program pemerintah daerah maupun pemerintah nagari,” ujarnya. Selain bedah rumah, pihaknya juga menjalankan berbagai kegiatan sosial lainnya sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat. “InsyaAllah kami masyarakat disini akan terus berupaya mendukung program-program pemerintah daerah. Selain telah melakukan bedah rumah layak huni, kami juga melakukan kegiatan sosial dan zakat. Alhamdulillah tahun ini seluruh program yang kami susun dan rencanakan dapat terlaksana dengan baik,” tambahnya.
Wali Nagari Padang Magek, Syafril Jamal, menyebutkan bahwa program tersebut telah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh perantau, dengan anggaran pembangunan satu unit rumah mencapai Rp105 juta. “Kegiatan bedah rumah layak huni ini rutin dilaksanakan perantau yang tergabung dalam G3AD Community dan IKPM, kali ini satu rumah milik Bunga dianggarkan sebesar Rp105 juta,” ujarnya.
Sementara itu, penerima manfaat, Bunga, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih Pak, atas bantuan yang diberikan, semoga selalu sehat, dimudahkan rezekinya dan menjadi amal ibadah di sisinya,” ujarnya. Melalui sinergi pemerintah daerah, masyarakat, dan perantau, program bedah rumah layak huni diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Tanah Datar.





















