Headline.co.id, Redelong ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di Provinsi Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada periode 17–20 Maret 2026. Aceh masuk dalam kategori waspada karena adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Khususnya di Kabupaten Bener Meriah, perhatian ekstra diperlukan mengingat wilayah ini berada di dataran tinggi. Curah hujan yang tinggi di daerah pegunungan dapat disertai dengan kabut tebal dan penurunan suhu yang cukup signifikan.
BMKG mencatat bahwa potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah tersebut. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor dan pohon tumbang di titik-titik rawan.
Salah satu jalur yang perlu diwaspadai adalah lintas Bireuen-Takengon, yang dikenal rawan longsor saat intensitas hujan meningkat. Pengguna jalan diminta untuk lebih berhati-hati karena potensi gangguan jarak pandang akibat kabut dan hujan.
Selain itu, sektor pertanian juga terdampak. Petani di Bener Meriah diimbau untuk mengantisipasi dampak curah hujan tinggi terhadap komoditas hortikultura dan kopi yang tengah dalam masa perawatan.
Secara nasional, kondisi cuaca didominasi oleh hujan ringan hingga sedang. Namun, Aceh menjadi salah satu wilayah dengan status peringatan dini tingkat waspada.
BMKG juga mendorong masyarakat untuk secara aktif memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Info BMKG atau laman resmi guna memperoleh informasi yang lebih spesifik hingga tingkat kecamatan. “Tetap waspada dan siapkan perlengkapan musim hujan jika beraktivitas di luar ruangan,” tulis BMKG dalam keterangannya.








