Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di berbagai wilayah Indonesia. Periode yang diperkirakan akan mengalami cuaca tersebut adalah 13 hingga 19 Maret 2026, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Sebelumnya, BMKG mencatat bahwa pada periode 9–11 Maret 2026, sejumlah wilayah di Indonesia telah mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrem. Curah hujan harian dengan kategori ekstrem teramati di Sulawesi Utara mencapai 208,6 mm per hari. Selain itu, curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat tercatat di beberapa wilayah, seperti Jawa Timur dengan 120,5 mm per hari, Jawa Barat 116,8 mm per hari, Nusa Tenggara Timur 108,4 mm per hari, Papua Selatan 64,1 mm per hari, Sumatra Utara 59,3 mm per hari, Sulawesi Tengah 53,7 mm per hari, dan Kalimantan Utara 50,2 mm per hari.
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor dinamika atmosfer, termasuk fenomena Madden–Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Indonesia bagian tengah. Fenomena ini meningkatkan anomali angin baratan yang mendukung pembentukan awan hujan secara signifikan. Selain itu, aktivitas bibit siklon tropis 95W yang berkembang menjadi Siklon Tropis Nuri, serta bibit siklon tropis 96W di Samudra Pasifik utara Papua juga turut memengaruhi dinamika atmosfer di sekitar wilayah Indonesia.
Keberadaan sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Aceh dan barat daya Lampung memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi yang memperkuat pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh labilitas atmosfer dan kelembapan udara yang tinggi.
Prakiraan cuaca untuk periode 13–15 Maret 2026 menunjukkan bahwa Indonesia umumnya akan mengalami hujan ringan hingga sedang. Namun, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat lain Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kategori siaga terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
Untuk periode 16–19 Maret 2026, kondisi cuaca di Indonesia masih didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.
Sementara itu, hujan lebat yang disertai kilat atau petir serta angin kencang dengan status peringatan dini siaga berpotensi terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Papua Pegunungan. BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG seperti website bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial resmi @infobmkg.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, serta gangguan transportasi darat, laut, dan udara akibat hujan lebat, angin kencang, maupun kilat atau petir. Langkah antisipatif di lingkungan sekitar juga perlu dilakukan untuk meminimalkan dampak cuaca ekstrem sehingga aktivitas masyarakat dapat tetap berlangsung dengan aman.








