Headline.co.id, Jakarta ~ Susi Susanti, legenda bulu tangkis Indonesia, menyatakan keprihatinannya terhadap dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dialami sejumlah atlet panjat tebing. Menurut peraih medali emas Olimpiade ini, atlet adalah aset bangsa yang harus mendapatkan perlindungan penuh, terutama saat berlatih di pusat pelatihan nasional (pelatnas). Lingkungan yang aman dan kondusif sangat penting agar atlet dapat fokus dan berkembang dalam mengejar prestasi. “Saya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa atlet kita. Atlet adalah aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan diberikan ruang aman untuk berkreasi dan berkembang. Mereka berlatih keras demi mempersembahkan gelar untuk Indonesia bahkan mengangkat nama bangsa di kancah internasional,” ujar Susi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Sebagai mantan atlet yang pernah mengharumkan nama Indonesia, Susi Susanti memahami betul tantangan yang dihadapi para atlet di pelatnas. Program latihan yang intens dan tuntutan prestasi membuat para atlet menghabiskan sebagian besar waktunya di lingkungan pelatihan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan keamanan, kenyamanan, dan perlindungan bagi para atlet oleh semua pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga.
Susi juga mengapresiasi langkah cepat Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang mendukung para atlet korban untuk berani menempuh jalur hukum. Ia menilai sikap tegas pemerintah dalam menangani kasus ini menunjukkan bahwa negara berpihak pada keselamatan dan perlindungan atlet. Selain itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah membuka saluran pengaduan khusus bagi atlet korban kekerasan seksual sebagai bentuk komitmen nyata dalam menciptakan lingkungan olahraga yang aman. Melalui kanal pengaduan tersebut, atlet yang mengalami kekerasan dapat melaporkan kasusnya melalui alamat surel pengaduan.atlet@kemenpora.go.id. “Saya mengapresiasi langkah dan komitmen Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menunjukkan keberpihakan pada perlindungan atlet. Respons cepat dan keseriusan pemerintah sangat penting agar korban mendapatkan keadilan dan agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” kata Susi, peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 itu.
Susi menegaskan bahwa dunia olahraga harus dibangun di atas nilai integritas, kepercayaan, dan tanggung jawab. Atlet yang berlatih di pelatnas tidak hanya membutuhkan pelatih dan program latihan yang baik, tetapi juga dukungan moral dari lingkungan di sekitarnya. Ia menilai seluruh pihak yang berkecimpung dalam pembinaan olahraga—baik pelatih, manajer, maupun pengurus organisasi—harus menjaga kepercayaan yang diberikan para atlet. Menurutnya, dukungan dari sistem pendukung (support system) sangat menentukan keberhasilan atlet dalam mencapai prestasi di tingkat nasional maupun internasional. “Setiap atlet tentu membutuhkan bimbingan dan dukungan dari support system yang mengelilinginya dalam pelatnas ataupun saat mengikuti kejuaraan di suatu negara. Sangat disayangkan jika ada sosok di sekitar atlet yang mencederai kepercayaan ini,” ujarnya.
Susi berharap kasus ini menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang olahraga untuk memperkuat sistem perlindungan atlet serta memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.





















