Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Bahlil melalui keterangan resmi pada Rabu, 4 Maret 2026.
Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah saat ini berfokus pada menjaga stabilitas pasokan sembako, energi termasuk LPG, serta berbagai aspek ekonomi nasional selama bulan suci Ramadan. Pemerintah sebelumnya telah mengadakan rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) untuk mengantisipasi kebutuhan energi menjelang Idulfitri. Hasil dari rapat tersebut menunjukkan bahwa stok BBM dan LPG berada dalam kondisi aman.
Untuk BBM non-subsidi, Bahlil menyatakan bahwa penetapan harganya mengikuti mekanisme pasar sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Dengan skema ini, harga BBM non-subsidi dapat menyesuaikan dengan perkembangan harga minyak dunia.
Bahlil juga meluruskan informasi yang beredar mengenai kemampuan stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat perang di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa kapasitas tersebut bukanlah kondisi darurat, melainkan mencerminkan kemampuan daya tampung (storage) yang dimiliki Indonesia. Menurut Bahlil, standar nasional minimal berada di angka 20–21 hari, sementara maksimalnya sekitar 25 hari.
Dalam rapat bersama DEN, rata-rata ketahanan stok BBM nasional tercatat di level 22–23 hari. Keterbatasan stok ini disebabkan oleh kapasitas tangki penyimpanan yang belum memadai untuk menampung cadangan lebih besar, bukan karena ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan pasokan. Bahlil meminta media agar pemberitaan terkait stok BBM tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Kurangnya daya tahan stok BBM dalam negeri lebih banyak disebabkan oleh persoalan infrastruktur penyimpanan, bukan pada ketersediaan pasokan energi.








