Headline.co.id, Indonesia Dikenal Sebagai Salah Satu Negara Dengan Keanekaragaman Hayati Terbesar Di Dunia ~ sering menempati posisi kedua atau ketiga dalam hal megabiodiversity. Sebagai negara pendiri ASEAN, Indonesia memiliki kekayaan alam yang tersebar di seluruh wilayahnya, termasuk dua pertiga wilayahnya yang berupa perairan. Pemerintah berupaya melindungi satwa laut yang terancam punah akibat perburuan dan penurunan populasi, seperti enam jenis penyu, duyung (dugong), hiu paus, pari manta, pari gergaji, lumba-lumba, kima, dan ikan napoleon.
Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, Dekan Fakultas Biologi UGM, menekankan pentingnya memperhatikan ekosistem satwa laut. Menurutnya, keberadaan satwa liar di wilayah maritim Indonesia tidak bisa dipisahkan dari kerentanan pulau-pulau kecil yang menjadi habitat mereka. Ia menekankan pentingnya mengembalikan budaya bahari dalam kehidupan sehari-hari generasi muda dan memberdayakan masyarakat pesisir. “Pola pikir dalam melihat pembangunan sudah saatnya digeser dari yang berlandaskan target pendapatan per kapita, menjadi pemberdayaan bagi semua pihak dengan tetap mempertahankan kekayaan dan keanekaragaman alam,” ujarnya pada Selasa (3/3) dalam rangka peringatan Hari Satwa Liar Dunia.
Budaya maritim di Indonesia telah banyak terdegradasi akibat sentralisasi pendidikan di kota-kota besar. Masyarakat belum sepenuhnya menyadari bahwa laut adalah sumber makanan, bagian dari rantai ekonomi, dan masa depan bangsa. Tingkat konsumsi ikan di beberapa lapisan masyarakat juga masih rendah. Oleh karena itu, pengetahuan tentang laut harus dikembalikan ke dalam kurikulum pendidikan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Budi juga menyoroti pentingnya anggaran riset untuk menghasilkan data yang dapat digunakan untuk mengenali potensi laut suatu wilayah. Ia menekankan bahwa ekstraksi sumber daya sering dilakukan oleh pihak eksternal yang mengancam sumber pangan lokal. Solusi yang dapat diambil adalah memberikan akses kepada masyarakat lokal untuk memetakan potensi laut wilayahnya secara mandiri. “Data maritim ini sangat berharga. Laut Indonesia yang dieksplorasi juga belum ada 15%. Tetapi, riset itu tidak menarik kalau hanya data. Yang menarik, ketika dari data kita tahu potensi, dan potensi itu bisa dipetakan secara mandiri oleh masyarakat, kemudian dikembangkan. Itulah yang akan jadi salah satu solusi,” pungkasnya.























