Headline.co.id, Jakarta ~ Jakarta. Selama bulan puasa, muncul anggapan bahwa mengonsumsi oralit saat sahur dapat membantu mencegah dehidrasi. Larutan elektrolit ini dipercaya mampu menjaga tubuh tetap terhidrasi lebih lama dibandingkan air putih biasa. Namun, menurut dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, konsumsi oralit pada orang sehat sebenarnya tidak diperlukan.
Johanes menjelaskan bahwa kebutuhan cairan saat puasa dapat dipenuhi dengan air putih dalam jumlah yang cukup. “Tidak ada keharusan menambahkan larutan elektrolit jika tidak ada kondisi medis tertentu,” ujar Johanes, seperti dikutip dari CNN, Rabu (4/3/26). Ia menyarankan agar masyarakat tetap mengandalkan air putih untuk menjaga hidrasi selama Ramadan.
Lebih lanjut, Johanes menuturkan bahwa kebutuhan cairan harian umumnya dapat dicukupi dengan pola minum yang teratur sejak berbuka hingga sahur. “Dengan pembagian tersebut, kebutuhan cairan harian sekitar dua liter tetap terpenuhi meski tidak minum sepanjang hari,” terangnya. Ia tidak merekomendasikan penggunaan oralit secara rutin untuk orang sehat yang menjalani puasa.
Menurut Johanes, tambahan gula dan garam dalam oralit tidak diperlukan bila tubuh dalam kondisi normal. “Puasa pada orang sehat, air putih sudah mencukupi,” jelasnya. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu mengikuti anggapan bahwa minum oralit saat sahur akan membuat puasa lebih kuat atau mencegah dehidrasi.
Fokus utama tetap pada pemenuhan cairan yang cukup dengan pola minum yang tepat. Dengan mengonsumsi delapan gelas air yang dibagi waktu berbuka dan sahur, kebutuhan cairan harian umumnya sudah terpenuhi.























