Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan memulai distribusi beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Maret hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional. Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa distribusi beras ini ditargetkan mencapai 828 ribu ton dengan anggaran subsidi harga sebesar Rp4,97 triliun yang telah disiapkan dalam anggaran Bapanas.
Perum Bulog diminta untuk fokus mendistribusikan beras SPHP ke daerah yang bukan sentra produksi padi dan daerah yang tidak sedang mengalami panen raya. Namun, distribusi ke daerah yang sedang panen raya tetap dapat dilakukan secara terbatas dengan memperhatikan kondisi harga beras di tingkat konsumen. Hal ini penting untuk menjaga agar harga gabah petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Menteri Pertanian menambahkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog saat ini sangat tinggi, sehingga program SPHP dapat dilaksanakan untuk masyarakat Indonesia. Berdasarkan petunjuk teknis SPHP beras tahun 2026 yang diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 34 Tahun 2026, beras SPHP dapat disalurkan dalam dua jenis kemasan, yaitu 5 kilogram (kg) dan 2 kg. Untuk kemasan 50 kg, distribusi dilakukan khusus di daerah tertentu seperti Maluku, Papua, dan daerah 3TP (tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan).
Bapanas juga menetapkan ketentuan baru mengenai jumlah pembelian maksimal beras SPHP di tingkat konsumen. Masyarakat dapat membeli maksimal 5 kemasan ukuran 5 kg dan 2 kemasan ukuran 2 kg. Beras SPHP yang telah dibeli tidak boleh dijual kembali karena mengandung unsur subsidi negara.
Harga beras SPHP juga telah ditetapkan hingga tiga lini rantai pasok distribusi. Di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi, harga di gudang Bulog adalah Rp11.000 per kg, dari distributor ke downline maksimal Rp11.700 per kg, dan di tingkat konsumen Rp12.500 per kg. Untuk wilayah Sumatra (kecuali Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, harga di gudang Bulog adalah Rp11.300 per kg, dari distributor ke downline maksimal Rp12.000 per kg, dan di tingkat konsumen Rp13.100 per kg. Di Maluku dan Papua, harga di gudang Bulog adalah Rp11.500 per kg, dari distributor ke downline maksimal Rp12.300 per kg, dan di tingkat konsumen Rp13.500 per kg.
Realisasi penjualan beras SPHP tahun 2025 yang diperpanjang hingga akhir Februari telah mencapai 1,025 juta ton, yang turut berkontribusi dalam menjaga tingkat inflasi beras secara nasional, terutama di awal tahun berjalan.























