Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyerahkan dana stimulan dari pemerintah pusat kepada para penyintas bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, pada Selasa (3/3/2026). Acara penyerahan ini juga dihadiri oleh para penyintas dalam kegiatan buka puasa bersama di Gedung Indo Jolito.
Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto menjelaskan bahwa penyaluran dana stimulan tahap II dilakukan serentak di 19 kabupaten dan kota yang terdampak di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sebelumnya, tahap I telah disalurkan di 25 kabupaten dan kota. “Untuk Sumatra Barat, hari ini Kabupaten Pesisir Selatan dan Tanah Datar, sehingga total 14 kabupaten dan kota terdampak di Sumatra Barat telah menerima dana stimulan,” ujar Suharyanto.
Suharyanto menegaskan bahwa proses pemberian dana stimulan ini telah melalui pendataan dan verifikasi yang ketat oleh pihak terkait. “Data rumah rusak sedang dan ringan telah diverifikasi dengan baik, untuk Tanah Datar sebanyak 126 kepala keluarga dengan nilai lebih dari 2,8 miliar,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa bagi warga yang belum menerima bantuan, pemerintah daerah masih dapat mengusulkan tambahan data. “Bagi warga yang belum mendapatkan, bisa diusulkan melalui perangkat dari wali nagari hingga bupati dan walikotanya. Karena ini bukan yang terakhir, jika ada tambahan data dari pemerintah daerah, akan disusulkan,” terang Suharyanto.
Selain bantuan untuk rumah rusak ringan dan sedang, pemerintah juga berupaya menangani warga dengan kategori rusak berat. “Hunian sementara bagi warga telah dibangun dan yang memilih tinggal bersama kerabat di rumah lebih, telah diberikan dana tunggu hunian sebesar 600 ribu per bulan,” kata Suharyanto.
Menurutnya, pembangunan hunian tetap terus digenjot oleh beberapa pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Danantara, dan Buddha Tzu Chi. “BNPB juga telah membangun bagi warga yang membangun di tanahnya sendiri atau insitu,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPB mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi pada akhir November 2025 di Kabupaten Tanah Datar tidak menimbulkan korban jiwa. Ia menilai hal ini berkat implementasi program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah berjalan beberapa tahun terakhir. “Destana adalah bentuk mitigasi yang harus terus dilakukan, kita ada 3 ribu desa rawan bencana. Secara berangsur-angsur kita terus lakukan pembinaan, dari 3 ribu itu ada 300 yang sudah betul-betul tangguh terhadap bencana,” ujar Suharyanto.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, juga menyampaikan hal serupa. Ia menyebut Destana menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat saat bencana melanda pada November lalu. “Masyarakat kami dilatih dan kesadaran masyarakat meningkat. Dengan kesadaran mereka sendiri, ketika ada kabar dari BMKG kami Forkopimda, TNI, Polri langsung turun ke lapangan mengingatkan masyarakat untuk evakuasi dan masyarakat mau dievakuasi dengan sendirinya,” kata Eka.
Di sela kegiatan, Suharyanto juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat di Pulau Jawa untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul informasi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi munculnya bibit siklon dalam beberapa hari ke depan. “Sekarang pokok perhatian BNPB adalah peringatan dini BMKG ada bibit siklon, wilayah terancam adalah wilayah Pulau Jawa. Kami akan segera gelar operasi modifikasi cuaca, di Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mudah-mudahan tidak terjadi banjir besar dan dengan OMC mudah-mudahan bibit siklon bisa diatasi,” kata Suharyanto.
Penyaluran dana stimulan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan hunian masyarakat terdampak sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di masa mendatang.






















