Headline.co.id, Jakarta ~ Pembangunan sumber daya manusia (SDM) tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan mental. Generasi muda memiliki peran strategis dalam melanjutkan peradaban bangsa, sehingga negara harus memastikan perlindungan menyeluruh terhadap kesejahteraan psikologis mereka sebagai dasar keberlanjutan pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Nunung Nuryartono, dalam Dialog Solidaritas dan Partisipasi Publik bertema “Meningkatkan Ketahanan Psikososial sebagai Fondasi Pemberdayaan Masyarakat” di kampus Universitas Indonesia, beberapa waktu lalu dan dikutip Senin (2/3/2026).
Nunung menekankan bahwa masalah kesehatan mental anak dan remaja tidak bisa lagi dianggap sebagai isu pinggiran. Ia menganggap ketahanan psikososial sebagai syarat penting dalam membangun generasi penerus yang tangguh, adaptif, dan siap melanjutkan pembangunan bangsa. “Ketika kita berbicara pembangunan SDM, aspek kesehatan mental harus menjadi perhatian serius. Anak dan remaja adalah generasi yang akan melanjutkan peradaban bangsa,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Nunung juga menyoroti data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia yang mencatat sekitar 115 kasus bunuh diri pada anak dalam hampir dua tahun terakhir. Angka ini dianggap sebagai fenomena gunung es yang mencerminkan kompleksitas masalah psikososial di masyarakat. Nunung menegaskan bahwa persoalan ini harus disikapi secara komprehensif dan kolaboratif. Negara, menurutnya, sudah memiliki kerangka hukum untuk melindungi anak, namun implementasi kebijakan harus terus diperkuat agar benar-benar menyentuh lapisan masyarakat. “Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Harus ada tindak lanjut nyata dan pengawalan kebijakan sampai implementasi,” tegasnya.
Dialog yang dihadiri oleh unsur DPR RI, akademisi, lembaga independen, organisasi nonpemerintah, serta pelajar dari wilayah Jabodetabek ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Nunung mendorong perguruan tinggi untuk berperan sebagai pusat keunggulan yang tidak hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada para mahasiswa dan pelajar agar tidak ragu membuka ruang komunikasi ketika menghadapi persoalan. Pemerintah, katanya, berkomitmen hadir bersama generasi muda dalam menyelesaikan berbagai tantangan sosial dan psikologis.
Dialog ini diharapkan menjadi titik awal gerakan bersama dalam memperkuat ketahanan psikososial sebagai fondasi pemberdayaan masyarakat dan pembangunan SDM Indonesia yang berkelanjutan.





















