Headline.co.id, Jakarta ~ Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana di Sumatra yang terjadi pada akhir November 2025 akan rampung dalam tiga tahun ke depan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BNPB, Suharyanto, pada Rabu (4/3/2026). Rencana tersebut telah ditetapkan dalam Rencana Induk Rehabilitasi Rekonstruksi yang disusun oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dengan data yang telah dikunci pada 9 Februari 2026 dan tercatat di masing-masing kementerian serta lembaga terkait.
Saat ini, sebagian hunian tetap untuk masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor telah dibangun di beberapa kabupaten dan kota dengan model komunal. “Untuk hunian tetap yang bersifat in situ, di mana masyarakat ingin membangun di atas tanah mereka sendiri, BNPB akan langsung membangunnya,” jelas Suharyanto.
Lebih lanjut, Suharyanto menyebutkan bahwa masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan ringan atau sedang dan belum menerima dana stimulan dapat mengajukan ulang. Bantuan dari pemerintah pusat akan disusulkan setelah pengajuan tersebut. Khusus untuk wilayah Sumatera Barat, per Selasa (3/3), dana stimulan telah diberikan kepada 126 kepala keluarga dengan total nilai mencapai Rp2,8 miliar. Secara keseluruhan, pemerintah telah mengalokasikan dana hingga Rp205 miliar untuk tiga provinsi yang terdampak bencana.






















