Headline.co.id, Tanah Datar ~ Pemerintah Kabupaten Tanah Datar di Sumatra Barat telah menyelesaikan pembangunan 66 unit Hunian Sementara (Huntara) untuk korban bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025. Semua unit tersebut kini telah siap digunakan oleh masyarakat yang terdampak. Informasi ini disampaikan oleh Bupati Eka Putra setelah mengikuti Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat secara virtual pada Jumat, 27 Februari 2026.
Bupati Eka Putra menyatakan, “Kami telah menyelesaikan pembangunan Huntara dan kini fokus pada pembangunan Hunian Tetap (Huntap) terpadu di Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan, sebagai solusi jangka panjang bagi relokasi warga terdampak.” Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat menekankan pentingnya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan fokus pada pemulihan layanan dasar, penghidupan sosial ekonomi, serta pengurangan risiko bencana secara berkelanjutan.
Untuk wilayah Sumatera Barat, dari 732 unit Huntara yang diusulkan, sebanyak 721 unit telah selesai dibangun. Sementara itu, dari 3.750 unit Huntap yang diusulkan, 817 unit sedang dalam proses pembangunan. Partisipasi Pemkab Tanah Datar dalam rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi program pemerintah pusat dan daerah agar proses pemulihan dapat berjalan dengan terarah dan tepat sasaran.
Melalui percepatan pembangunan Huntara dan Huntap, Pemkab Tanah Datar menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa warga terdampak bencana mendapatkan hunian yang layak. Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.



















