Headline.co.id, Batang ~ Kabupaten Batang memulai langkah baru dalam modernisasi infrastruktur dengan proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Alat Penerangan Jalan (APJ). Proyek ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan estetika kota, tetapi juga menjamin transparansi dalam proses investasi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Batang, Bagus Pambudi, menyatakan bahwa proyek ambisius ini telah menyelesaikan dokumen studi pendahuluan dan Pre-Feasibility Study (Pra-FS).
“Kini, Batang memasuki tahapan penyiapan yang dikawal langsung oleh Kementerian Keuangan,” ujar Bagus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026). Proyek ini mendapatkan pendampingan dari Project Development Facility (PDF) Kemenkeu yang akan mereview Pra-FS serta menyiapkan konsultan hukum dan kontrak yang kompeten. “PDF itu nantinya akan menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan, baik dalam hal review Pra-FS, penunjukan konsultan pendampingan, hukum, kontrak, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tahap transaksi atau lelang yang dimulai akhir Januari dapat berjalan dengan lancar. Pemerintah Kabupaten Batang berkomitmen agar peserta lelang yang terlibat benar-benar kredibel. “Dengan nilai investasi awal (Capex) mencapai Rp126 miliar dan biaya operasional 10 tahun mendekati Rp300 miliar, persiapan matang menjadi harga mati. Salah satu poin menarik dari proyek ini adalah kesempatan yang dibuka lebar bagi pengusaha lokal Batang. Pemkab tidak ingin kontraktor daerah hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” terangnya.
Bagus mendorong rekanan lokal untuk berani mengambil peran, meski memiliki keterbatasan modal, dengan cara membentuk konsorsium. “Rekanan lokal nanti bisa membentuk konsorsium. Misalkan, rekanan lokal punya keahlian pemasangan jaringan tapi modalnya terbatas, dia bisa menggandeng perbankan, penyedia lampu, atau penyedia tiang untuk membentuk konsorsium yang ikut serta lelang,” tegasnya.
Sebagai bentuk transparansi, Bapperida akan menggelar sosialisasi besar-besaran untuk membedah lingkup proyek, jumlah titik lampu, hingga detail finansial. Agenda ini ditujukan bagi badan usaha, lembaga keuangan, dan calon investor agar mereka bisa mencuri start untuk bersiap. Jadwal sosialisasi akan diadakan pada Kamis, 5 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, dengan metode hybrid. Acara luring akan diadakan di Ruang Ujung Negoro, Bapperida Batang, yang diutamakan bagi rekanan lokal, sementara daring dapat diakses melalui tautan s.id/kjYZI bagi investor luar kota.
“Kami mengimbau rekanan lokal untuk hadir secara pribadi di Bapperida. Melalui keterbukaan informasi ini, Pemkab Batang berharap proyek ini dapat menyalakan sekitar 7.000 titik lampu di tahun 2027 sekaligus menggerakkan roda ekonomi pengusaha daerah,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Siska)





















