Headline.co.id, Kulon Progo ~ Kepolisian menerapkan metode Traffic Accident Analysis (TAA) untuk mengungkap penyebab kecelakaan antara motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda motor bebek Jupiter MX di Jalan Wates–Purworejo, tepatnya di simpang empat Mlangsen, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 16.45 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka berat. Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi pasti peristiwa tersebut. Proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan faktor penyebab kecelakaan secara objektif dan berbasis analisis ilmiah.
Kapolres Polres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan karena masih menunggu hasil pendalaman.
“Motor besar dikendarai MS berboncengan dengan AS, sedangkan motor bebek dikendarai AA berboncengan dengan DN,” ujar AKBP Ridho saat ditemui awak media, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, akibat insiden tersebut, AS yang dibonceng pengendara moge dinyatakan meninggal dunia. Sementara MS mengalami luka parah dan menjalani perawatan di rumah sakit. Pengendara motor bebek, AA, serta DN yang diboncengnya juga mengalami luka berat dan telah dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
“Atas nama kepolisian, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia, serta mendoakan korban luka berat segera pulih,” kata AKBP Ridho.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Kulon Progo Iptu Sarjoko menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara bertahap dan profesional. Setelah kejadian, petugas langsung melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengamankan bukti-bukti di lapangan.
“Untuk kronologi nanti kami kirim lewat rilis,” ujar Iptu Sarjoko.
Menurutnya, pada hari berikutnya kepolisian kembali menurunkan personel guna memperkuat pengumpulan data. Metode Traffic Accident Analysis (TAA) diterapkan untuk mengkaji berbagai aspek teknis kecelakaan, termasuk titik benturan, arah pergerakan kendaraan, serta kemungkinan faktor kecepatan dan posisi kendaraan sebelum tabrakan.
Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Laila, sebelum insiden terjadi, rombongan moge melaju di ruas jalan tersebut. Di waktu yang bersamaan, sepeda motor bebek melintas dari arah selatan menuju utara saat berada di simpang empat.
“Yang nyebrang sudah sampai tengah, sedangkan moge bingung mau kanan atau kiri,” kata Ila.
Ia menambahkan, benturan yang terjadi cukup keras hingga kedua kendaraan terpental dan masuk ke saluran irigasi di sekitar lokasi kejadian.





















