Headline.co.id, Banda Aceh ~ Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan pengawasan intensif terhadap pangan jajanan selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Pengawasan ini dilakukan di berbagai sentra penjualan takjil di ibu kota Provinsi Aceh, termasuk di kawasan Jalan Tgk Pulo di Baroh, yang dikenal sebagai Jalan Garuda, serta beberapa titik lain seperti Lamdingin.
Kegiatan pengawasan ini dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, dan dilaksanakan secara terpadu bersama Satpol PP serta melibatkan lintas sektor terkait. Petugas juga mengerahkan mobil laboratorium keliling untuk melakukan uji cepat di lokasi terhadap makanan dan minuman yang dijual para pedagang. Sebanyak 60 sampel takjil diambil secara acak, terdiri atas minuman, kue basah, bakso, mi, tahu, hingga aneka kudapan khas berbuka puasa.
Pengujian dilakukan untuk mendeteksi bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow yang sering disalahgunakan dalam pangan. Riyanto menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga keamanan pangan selama Ramadan. “Sebanyak 60 sampel telah kami uji dan hasilnya seluruhnya memenuhi syarat. Tidak ditemukan kandungan boraks, formalin, Rhodamin B, maupun Methanyl Yellow. Artinya, takjil yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan, Minggu (1/3/2026).
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan apresiasi atas hasil pengawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota bersama BBPOM telah memastikan seluruh makanan yang berpotensi mengandung zat berbahaya diperiksa secara menyeluruh. “Ada 60 jenis makanan yang diperiksa, mulai dari minuman, kudapan, bakso, kue, mie, hingga tahu. Alhamdulillah semuanya dinyatakan aman untuk dikonsumsi,” katanya.
Illiza berharap para pelaku usaha, khususnya UMKM, semakin cerdas dan jujur dalam memilih bahan baku serta tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam proses produksi. Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih pangan yang sehat dan aman selama Ramadan. Sebelumnya, BBPOM Aceh telah melakukan pengujian takjil di sejumlah lokasi lain seperti Pasar Lambaro, Pasar Ketapang, hingga wilayah Meulaboh. Ke depan, pengawasan serupa akan terus dilakukan di berbagai titik guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga sepanjang Ramadan.
Melalui sinergi pengawasan ini, BBPOM Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan komitmen menghadirkan Ramadan yang aman dan sehat, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap keamanan pangan yang dikonsumsi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, Ombudsman Aceh, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.




















