Headline.co.id, Jakarta ~ Warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) Ulee Rubek Utara, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menunjukkan tekad untuk bangkit setelah terdampak bencana pada akhir November 2025. Mereka berharap dapat segera memulihkan kegiatan ekonomi keluarga setelah mendapatkan tempat tinggal sementara.
Seorang warga dari Desa Ulee Rubek Timur menyampaikan harapannya agar pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk pemberdayaan ekonomi keluarga. Hal ini diharapkan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian di daerah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyatakan bahwa dukungan pemerintah akan diberikan secara bertahap sesuai dengan tahapan penanganan bencana. “Kita lakukan semuanya bertahap, ya, bertahap. Karena ini masih transisi darurat. Transisi darurat oleh Pak Bupati ditetapkan 90 hari,” ujar Suharyanto dalam dialog dengan warga huntara, sebagaimana disampaikan dalam keterangan yang diterima , Sabtu (28/2/2026).
Pada fase awal, pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk penyediaan hunian dan perlindungan bagi warga terdampak. BNPB berharap para penyintas dapat segera menempati huntara, baik yang dibangun secara mandiri maupun terpusat, sehingga tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara masih berada dalam status transisi darurat menuju pemulihan. Dukungan pemberdayaan ekonomi akan dilaksanakan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Suharyanto menjelaskan bahwa perencanaan untuk Aceh Utara telah disusun dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dengan pengajuan anggaran sebesar Rp27 triliun. “Target rehabilitasi dan rekonstruksi selesai dalam tiga tahun. Sudah terurai dari 2026 apa yang akan dikerjakan. Selanjutnya pada 2027 dan 2028 apa yang dikerjakan, termasuk anggarannya,” jelasnya.
Suharyanto menekankan bahwa seluruh upaya pemerintah telah memasuki tahapan perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan secara bertahap dan terukur. Di Kecamatan Seunuddon, sebanyak 264 unit huntara telah selesai dibangun dari total target 333 unit.
Dalam kunjungannya ke Desa Ulee Rubek Timu, Kepala BNPB menyalurkan bantuan berupa bahan pokok dan peralatan rumah tangga kepada warga, sembari menunggu bantuan perabotan dan jaminan hidup dari kementerian terkait. Kunjungan kerja di Desa Ulee Rubek Timur diakhiri dengan kegiatan buka puasa bersama warga huntara.
Selanjutnya, pada Sabtu (28/2/2026), Kepala BNPB Suharyanto dijadwalkan melanjutkan agenda peninjauan penanganan bencana ke Kabupaten Nagan Raya menggunakan helikopter.




















