Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengungkapkan bahwa Pulau Bungin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), memiliki potensi besar dalam budidaya kerang mutiara. Selain perikanan tangkap, budidaya kerang mutiara dan lobster juga menjadi fokus utama di pulau ini. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana meluncurkan program kampung budidaya guna meningkatkan produktivitas masyarakat setempat.
Menteri Trenggono menyatakan bahwa Pulau Bungin merupakan pulau nelayan yang telah mulai mengembangkan budidaya. “Kami sudah banyak berdiskusi dengan bupati, dan ternyata di sini juga mulai berkembang budidaya. Jadi kami mengupayakan tahun ini ada program budidaya perikanan yang bisa diterapkan, untuk memaksimalkan potensi yang ada, supaya ekonomi di sini benar-benar produktif,” ujarnya dalam siaran resmi di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Jika program Kampung Budidaya Perikanan di Pulau Bungin diimplementasikan, KKP akan menyediakan fasilitas budidaya seperti keramba, memberikan pendampingan teknis, dan pelatihan manajemen usaha. Menteri Trenggono mengunjungi Pulau Bungin pada 27 Februari 2026 untuk meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang telah selesai 100 persen. Menurutnya, program Kampung Budidaya Perikanan akan melengkapi program perikanan di Pulau Bungin, sehingga masyarakat dapat lebih produktif.
Pulau Bungin dihuni oleh lebih dari 1.000 Kepala Keluarga yang mayoritas adalah nelayan tradisional dengan kapal di bawah 5 grosston. Komoditas utama perikanan tangkap di pulau ini meliputi tongkol, cakalang, kembung, dan udang, dengan estimasi produksi mencapai 8 ton, berdasarkan data pemerintah daerah tahun 2024.
Kepala Desa Pulau Bungin, Jaelani, menyatakan bahwa warganya telah belajar budidaya kerang mutiara dan lobster secara mandiri. Meskipun sudah berhasil panen, jumlahnya masih dalam skala rumahan. Ia berharap program Kampung Budidaya Perikanan dapat diterapkan karena kondisi geografis dan kualitas air laut Pulau Bungin cocok untuk budidaya perikanan. “Masyarakat di sini sudah lama menggeluti budidaya kerang mutiara, kalau untuk lobster mulainya pada tahun 2021. Namun tingkat keberhasilannya baru mulai terlihat sejak dua tahun lalu,” ungkap Jaelani.
Fasilitas KNMP yang telah dibangun di Pulau Bungin diakui memberikan dampak positif pada peningkatan produktivitas nelayan. Pulau Bungin juga semakin ramai dikunjungi masyarakat dari luar pulau. “Fasilitas KNMP alhamdulillah membantu sekali. Sebagai contoh, shelter pendaratan ikan itu sangat membantu karena masyarakat biasanya bongkar hasil tangkapan menggunakan terpal, sekarang sudah lebih layak. Dermaga juga berhasil menarik wisatawan untuk berkunjung,” tambahnya.
Sebagai informasi, fasilitas perikanan yang telah dibangun KKP di Pulau Bungin sejalan dengan implementasi program KNMP, termasuk dermaga, shelter pendaratan ikan, cold storage, pabrik es, balai nelayan, hingga sentra kuliner. KKP juga memberikan bantuan berupa kapal, cool box, mesin kapal, serta alat tangkap.




















