Headline.co.id, Ogan Ilir ~ Polda Sumatera Selatan melaksanakan Program BELIDA (Bersih Lingkungan dan ASRI) sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Kegiatan ini berlangsung di Terminal Timbangan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, pada Sabtu (28/2/2026), dimulai dengan apel kesiapan dan dilanjutkan dengan aksi penataan lingkungan.
Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung kegiatan ini, didampingi oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., serta seluruh pejabat utama Polda Sumsel. Beberapa unsur Forkopimda turut hadir, termasuk Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Kapoksahli Brigjen TNI Junaidi M, S.Sos., M.Si., Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, S.H., M.Si., M.I.Kom., Ketua Fraksi PKS DPRD Ogan Ilir Eko Asnan, Pabung Kodim 0402 Mayor Cba. Ridwan Rohim, Kasi Pidsus Kejari Ogan Ilir Paul Dera Brata Sinulingga, S.H., dan Ketua Pengadilan Negeri Dody Rahmanto, S.H., M.H.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel ASRI yang mencakup penghormatan pasukan, laporan komandan apel, amanat pimpinan apel, pembacaan doa, hingga sesi foto bersama. Setelah apel, personel gabungan melaksanakan kegiatan lapangan berupa pembersihan lingkungan, penataan drainase, penertiban rumput liar, serta penanganan jalan rusak atau berlubang di titik-titik sasaran.
Kapolda Sumsel menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI. “Hari ini kita menindaklanjuti apa yang menjadi perintah Bapak Presiden, melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI,” ujar Kapolda Sumsel. Ia menjelaskan bahwa Polda Sumsel memberikan identitas lokal pada gerakan ini melalui ikon Belida. “Di Sumatera Selatan kita memiliki ciri khas tersendiri, yaitu ikan Belida yang kita jadikan ikon untuk menciptakan nuansa yang berbeda, yaitu melaksanakan kegiatan bersih lingkungan dan ASRI di Sumatera Selatan, untuk mendukung program Bapak Presiden,” katanya.
Program BELIDA menyasar area-area yang berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat, seperti ruang publik, kawasan perkantoran, sekolah, tempat ibadah, sungai dan drainase, hingga jalan rusak atau berlubang. Selain pembersihan lingkungan, kegiatan ini juga diarahkan pada upaya perbaikan titik-titik yang berpotensi menimbulkan kecelakaan, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan balik Lebaran.
Kapolda juga mengajak seluruh pihak untuk lebih banyak mengambil peran melalui kerja nyata. “Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat, daripada kita banyak mengeluh atau mengkritisi yang tidak benar, marilah kita sama-sama ciptakan zero lubang di Sumatera Selatan,” tegasnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu menjelang berbuka puasa, kemudian ditutup dengan safari Ramadan dan buka puasa bersama di Mako Polres Ogan Ilir. Polda Sumsel berharap gerakan ini memberikan dampak nyata, mulai dari mengurangi potensi genangan dan banjir, menekan risiko kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak, hingga memperkuat kepercayaan masyarakat melalui kerja-kerja yang langsung dirasakan di lapangan.



















