Headline.co.id, Jakarta ~ Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengungkapkan informasi mengenai peredaran narkoba yang melibatkan jaringan kartel Meksiko di Indonesia. Ia menyatakan bahwa narkoba asal Meksiko telah masuk ke Indonesia pada tahun 2024. Namun, narkoba tersebut tidak berasal dari jaringan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang dipimpin oleh Oseguera Cervantes alias El Mencho.
Menurut Komjen Pol. Suyudi, narkoba yang masuk ke Indonesia berasal dari jaringan Gregor Haas, yang terafiliasi dengan salah satu kartel besar di Meksiko, yakni Sinaloa. Ia menjelaskan bahwa jenis narkoba yang biasanya diselundupkan oleh jaringan ini adalah jenis baru atau NPS, serta bahan baku pembuatan metamfetamin dan fentanil yang berasal dari Meksiko maupun Tiongkok.
Pada tahun 2024, jaringan Gregor Haas yang diduga sebagai bagian dari jaringan Kartel Sinaloa berhasil diungkap. Jaringan ini menggunakan modus operandi dengan memanfaatkan jaringan lokal melalui rute laut dan jalur internasional yang kompleks. Selain itu, mereka menggunakan berbagai metode untuk mengelabui petugas, salah satunya dengan menyembunyikan narkoba dalam kemasan produk legal seperti teh Cina atau popok bayi.
Komjen Pol. Suyudi menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap celah gelap yang dimanfaatkan oleh jaringan narkoba internasional ini. Ia menegaskan bahwa upaya penegakan hukum dan pengawasan harus terus ditingkatkan untuk mencegah peredaran narkoba di Indonesia.























