Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia berencana mengekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan bagi jemaah haji Indonesia. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyatakan bahwa program ini tidak hanya merupakan aktivitas komersial, tetapi juga sebagai representasi kehadiran negara dan etalase kedaulatan pangan Indonesia untuk memberikan layanan terbaik.
Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM siap mengawal ketat standar mutu dan keamanan dalam program ekspor Beras Haji Nusantara. “Sesuai mandat pengawasan pre- dan post-market, BPOM siap mengawal ketat standar mutu dan keamanan dalam program ekspor Beras Haji Nusantara untuk memenuhi standar negara tujuan dan mencegah penolakan dari pihak Arab Saudi,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia akan memasok beras dari petani dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji. Penyediaan beras ini akan menjadi tanggung jawab Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa pemerintah berencana mengirim 2.280 ton beras ke Arab Saudi untuk ekspor perdana. “Nanti lanjut akan ke Malaysia dan lain-lain, tapi perdana ke Arab Saudi. Tanggal 28 [Februari] ini sudah akan diberangkatkan,” ungkap Zulkifli Hasan.
Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan Arab Saudi, salah satunya melalui kemitraan BPOM dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) terkait Pengawasan Kualitas dan Keamanan Obat dan Makanan yang telah berjalan sejak 2020. Kemitraan ini menjadi landasan kuat untuk memfasilitasi akses pasar produk pangan haji, termasuk beras.
Dengan pengawasan yang terintegrasi, diharapkan ekspor Beras Haji Nusantara dapat berjalan lancar dan menjadi model kolaborasi ekspor pangan strategis Indonesia ke pasar global.




















