Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia (Kemen PU) mengambil langkah cepat untuk menangani kerusakan jembatan darurat di Gampong Salah Sirong, Desa Salah Sirong, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, yang terdampak banjir pada 17 Februari 2026. Banjir tersebut disebabkan oleh hujan deras yang membuat Sungai Peusangan meluap hingga tiga sampai empat meter, menggerus dua pondasi pilar jembatan darurat yang sebelumnya dibangun untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan bahwa penanganan segera dilakukan dengan membangun jembatan darurat menggunakan konstruksi Armco yang lebih kokoh dan cepat dipasang. “Kami akan segera menindaklanjuti. Dalam dua sampai tiga hari ke depan, material Jembatan Armco akan didatangkan khusus dari Jakarta, dimobilisasi ke lokasi, dan segera dibangun,” ujar Menteri PU dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Jembatan tersebut sebelumnya juga terdampak banjir bandang pada 27 November 2025. Menteri Dody telah meninjau langsung lokasi pada 21 Januari 2026 dan menginstruksikan pembangunan jembatan darurat oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Ditjen Bina Marga. Jembatan darurat sepanjang 180 meter itu dibangun menggunakan box container berisi material sirtu dan batu boulder sebagai pondasi, serta struktur kayu batang kelapa sepanjang 6 meter. Infrastruktur ini sempat dimanfaatkan masyarakat untuk menghubungkan Desa Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, dengan Desa Krueng Simpo, Kecamatan Juli.
Namun, hujan ekstrem kembali meningkatkan debit Sungai Peusangan hingga merusak sebagian struktur pondasi. Saat ini, Kementerian PU telah memasang garis pengaman, menurunkan alat berat, serta menyiapkan pembangunan jembatan darurat pengganti menggunakan 10 unit konstruksi Armco dengan total bentang sekitar 80 meter. Struktur baja bergelombang modular ini dipilih karena lebih tahan terhadap arus deras dan dapat dipasang dalam waktu relatif singkat.
Selain solusi darurat, Kementerian PU juga tengah menyiapkan desain jembatan rangka permanen dengan mempertimbangkan elevasi muka air banjir dan karakteristik hidrologi Sungai Peusangan agar lebih adaptif terhadap potensi banjir ekstrem ke depan. Menteri Dody Hanggodo turut menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Bireuen dan warga Salah Sirong. “Insya Allah, pada kesempatan lain saya akan kembali ke sana. Yang jelas, negara selalu hadir dan siap berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi beban masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menjaga konektivitas merupakan prioritas utama pemerintah agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan tidak ada wilayah yang terisolasi akibat bencana. “Prioritas kami adalah menjaga konektivitas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan tidak ada wilayah yang terisolir. Begitu terjadi kerusakan akibat banjir susulan, kami langsung turunkan tim dan siapkan solusi yang lebih kuat,” tutur Menteri PU.




















