Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus menjalin komunikasi intensif dengan Amerika Serikat setelah Mahkamah Agung AS memutuskan untuk membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. Keputusan ini membuka peluang baru dalam hubungan perdagangan kedua negara.
Haryo Limanseto, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menyatakan bahwa Indonesia akan mengamati perkembangan terbaru ini sebelum menentukan langkah selanjutnya. Hal ini terutama berkaitan dengan kelanjutan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia dan Amerika Serikat. “Kami akan terus memantau situasi dan memastikan bahwa kepentingan nasional tetap terjaga,” ujar Haryo dalam pernyataan tertulisnya pada Sabtu (21/2/2026).
Haryo menambahkan bahwa kelanjutan ART sangat bergantung pada keputusan yang diambil oleh kedua belah pihak. “Keputusan ini harus saling menguntungkan dan berdasarkan kesepakatan bersama,” tegasnya. Ia juga menekankan pentingnya dialog yang konstruktif untuk mencapai kesepakatan yang bermanfaat bagi kedua negara. “Kami berharap dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak,” pungkas Haryo.
Pemerintah Indonesia berharap bahwa dengan pembatalan tarif ini, hubungan perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat dapat semakin erat dan saling menguntungkan. Keputusan Mahkamah Agung AS ini diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan kerjasama ekonomi yang lebih luas kedua negara.





















