Headline.co.id, Bengkalis ~ Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kesiapsiagaan mereka dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama bulan Ramadan, terutama di wilayah-wilayah rawan seperti Riau. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Ditjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut, Thomas Nifinluri, menyatakan bahwa Manggala Agni bersama TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta masyarakat peduli api (MPA) tetap aktif di lapangan untuk mengendalikan kebakaran hutan di berbagai titik, termasuk di Riau yang telah menetapkan status siaga darurat karhutla.
Thomas menegaskan, “Dengan penetapan status siaga darurat karhutla melalui SK Nomor 102/2026 yang berlaku dari 13 Februari hingga 30 November 2026, diharapkan semua pihak terkait tetap bersiaga menghadapi potensi kebakaran.” Kemenhut telah mengerahkan Manggala Agni untuk memadamkan api, termasuk mengirimkan tenaga tambahan dari Daops Manggala Agni Bukit Tempurung Jambi ke Dumai, Riau.
Tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, TNI, POLRI, BPBD, dan pihak terkait lainnya memprioritaskan pelokalisiran api agar tidak meluas dan mencegah potensi bencana asap yang dapat berdampak ke wilayah permukiman di Riau. Titik kebakaran di wilayah tersebut tersebar di beberapa kabupaten seperti Kampar, Bengkalis, Siak, dan Pelalawan dengan status lahan yang beragam, termasuk Hutan Produksi, Hutan Produksi Konversi, Kawasan Konservasi, dan Areal Penggunaan Lain.
Sebagian lokasi kebakaran berada dekat kebun sawit milik masyarakat maupun perusahaan serta berdekatan dengan area perumahan dan kavling. Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga telah dilakukan di wilayah Riau, salah satunya di Kabupaten Siak dan Bengkalis dengan menyemai 3 ton garam untuk membantu upaya pemadaman di darat.





















