Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah berencana memberikan diskon tarif tol hingga 30 persen pada periode mudik Lebaran 2026 guna meringankan biaya perjalanan masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi. Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang saat ini masih melakukan negosiasi dengan badan usaha jalan tol (BUJT). Proses finalisasi dilakukan di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026), dengan fokus pada besaran potongan serta cakupan ruas tol yang akan menerima diskon. Selain insentif tarif, Kementerian PU juga memastikan kesiapan infrastruktur tol agar aman dan nyaman dilalui selama arus mudik dan balik.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, peluang diskon tarif tol hingga 30 persen masih terbuka meski belum ditetapkan secara resmi. Pemerintah menargetkan skema potongan serupa dengan kebijakan pada Lebaran sebelumnya, namun tetap mempertimbangkan hasil pembahasan bersama BUJT.
“Ini kita lagi finalkan dengan badan usaha jalan tol. Kita upayakan sama dengan pada saat hari Lebaran kemarin. Saya mintanya kalau bisa 30 persen, tapi ini kita lagi nego sama mereka,” ujar Dody saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta.
Menurut Dody, keputusan akhir akan mempertimbangkan kesiapan operator tol serta kondisi operasional masing-masing ruas. Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah seluruh ruas tol akan mendapatkan diskon dengan besaran yang sama.
Di sisi lain, Kementerian PU menekankan bahwa kesiapan infrastruktur menjadi prioritas utama menghadapi lonjakan mobilitas saat mudik Lebaran. Pemerintah memastikan seluruh ruas tol berada dalam kondisi layak guna, termasuk melalui kegiatan perbaikan permukaan jalan.
“Jalan tol kemarin kan lagi pada patching-patching, beresin jalan. Targetnya sama, enggak boleh ada lubang,” tegas Dody.
Ia menambahkan, sejumlah ruas strategis seperti jalur Jakarta–Surabaya dan Jakarta–Merak tengah dalam tahap perbaikan oleh BUJT guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kalau kalian lewat jalan tol, mereka lagi pada kerja,” tambahnya.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap peningkatan volume kendaraan selama periode mudik dan arus balik Lebaran, yang secara rutin menjadi salah satu momentum mobilitas terbesar masyarakat Indonesia.
Sebagai perbandingan, pada mudik Lebaran 2025 pemerintah telah memberikan diskon tarif tol sebesar 20 persen di beberapa ruas strategis. Kebijakan itu dinilai membantu menekan biaya perjalanan sekaligus mendukung kelancaran distribusi kendaraan selama masa libur panjang.
Dengan masih berlangsungnya proses negosiasi, pemerintah memastikan keputusan terkait diskon tarif tol Lebaran 2026 akan diumumkan setelah pembahasan bersama BUJT rampung, sehingga dapat memberikan kepastian bagi masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik.





















