Headline.co.id, Jogja ~ Salat Tarawih perdana Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Darul Muttaqin Universitas Alma Ata resmi digelar pada Rabu, 18 Februari 2026, setelah Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat sehari sebelumnya. Kegiatan ibadah yang diikuti mahasiswa, dosen, dan staf ini dipimpin sekaligus diisi ceramah oleh Rektor Universitas Alma Ata, Prof. dr. Hamam Hadi, Sc.D., Sp.G.K. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan “jamuan terbaik dari Allah SWT” yang penuh berkah, ampunan, dan pahala. Salat tarawih diawali dengan salat Isya berjamaah, dilanjutkan ceramah, kemudian tarawih secara khusyuk di lingkungan kampus.
Pelaksanaan tarawih di Masjid Darul Muttaqin menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah Ramadan di lingkungan kampus Universitas Alma Ata. Penetapan awal puasa mengacu pada pengumuman resmi pemerintah melalui sidang isbat Kementerian Agama yang digelar pada Selasa sebelumnya, sehingga seluruh sivitas akademika memulai ibadah secara serentak.
Dalam ceramah sebelum tarawih, Prof. Hamam Hadi menekankan keutamaan Ramadan sebagai bulan istimewa yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Ia mengingatkan teladan Rasulullah SAW yang meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah selama Ramadan, terutama pada sepuluh hari terakhir.
“Ramadan adalah jamuan istimewa dari Allah SWT. Bulan mulia yang penuh berkah, pahala, dan maghfiroh atau ampunan-Nya. Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam beribadah di bulan Ramadan, bahkan lebih dari bulan lainnya, dan semakin bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir,” ujar Hamam di hadapan jamaah.
Ia juga mengutip syair KH. Ali Maksum sebagai pengingat bahwa optimalisasi amal di bulan Ramadan dapat dimulai dari amalan sederhana namun istimewa, seperti tadarus Al-Qur’an serta memperbanyak ibadah dan kebaikan lainnya.
Menurut Hamam, momentum Ramadan tidak boleh disia-siakan. Ia mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Alma Ata untuk menjadikan bulan suci ini sebagai sarana peningkatan spiritual dan perbaikan diri.
“Jangan sampai tamu istimewa ini datang lalu berlalu tanpa kita memaksimalkan ibadah. Di bulan ini pahala dilipatgandakan dan Rasulullah SAW memberi teladan kesungguhan yang luar biasa,” katanya.
Salat tarawih di Masjid Darul Muttaqin diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan staf kampus. Selama Ramadan, kegiatan tarawih juga akan menghadirkan para pembicara, tokoh nasional, serta akademisi dan cendekiawan Muslim dari Yogyakarta dan sekitarnya untuk mengisi tausiyah.
Menutup ceramahnya, Hamam mengajak jamaah memperbanyak doa agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan dan menjadi jalan meraih rida Allah SWT. Ia berharap suasana religius di lingkungan kampus mampu memperkuat nilai spiritual sekaligus membangun karakter sivitas akademika yang lebih baik.























