Headline.co.id, Jakarta ~ Sholat Tarawih dapat dilaksanakan sendiri di rumah selama bulan Ramadan, terutama bagi Muslim yang memiliki keterbatasan untuk berjamaah di masjid. Ibadah sunnah muakkad ini tetap sah dilakukan secara munfarid dengan memahami niat, jumlah rakaat, serta tata cara pelaksanaannya. Kebolehan tersebut didukung pendapat ulama dan hadis riwayat Imam Muslim yang menjelaskan alasan Rasulullah SAW tidak selalu melaksanakan Tarawih berjamaah. Dengan tata cara yang benar, sholat Tarawih sendiri tetap bernilai ibadah dan tidak mengurangi pahala.
Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan. Umumnya, ibadah ini dilakukan secara berjamaah di masjid untuk menghidupkan syiar Ramadan. Namun dalam kondisi tertentu seperti sakit, kelelahan bekerja, menjaga anak, atau pertimbangan kenyamanan, umat Muslim diperbolehkan melaksanakannya sendiri di rumah.
Hukum Sholat Tarawih Sendiri
Secara hukum, sholat Tarawih termasuk sunnah muakkad, yakni ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Pelaksanaannya dapat dilakukan berjamaah maupun sendiri (munfarid). Dalam kitab Al Majmu’, Imam Nawawi menjelaskan bahwa hukum Tarawih adalah sunnah berdasarkan ijma’ ulama dan boleh dikerjakan sendiri ataupun berjamaah.
Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW pernah beberapa kali tidak keluar untuk melaksanakan Tarawih berjamaah karena khawatir umat menganggapnya sebagai kewajiban (fardhu). Hal ini menjadi dasar bahwa pelaksanaan Tarawih secara individu tetap sah dan dibenarkan dalam syariat.
Dengan demikian, bagi Muslim yang memiliki uzur, tidak perlu merasa khawatir. Selama dilaksanakan dengan niat ikhlas dan tata cara yang sesuai, sholat Tarawih sendiri tetap diterima dan bernilai pahala.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Jumlah rakaat sholat Tarawih memiliki variasi yang sama-sama memiliki dasar dalil. Secara umum, umat Muslim melaksanakan 8 rakaat atau 20 rakaat, kemudian ditutup dengan sholat Witir 3 rakaat.
Jika memilih 8 rakaat, maka dilakukan dengan 4 kali salam, setiap dua rakaat satu salam. Apabila memilih 20 rakaat, dilakukan dengan 10 kali salam, setiap dua rakaat satu salam. Kedua cara tersebut sah dan telah diamalkan secara luas.
Setelah Tarawih, dianjurkan menunaikan sholat Witir dengan jumlah rakaat ganjil, yakni 1, 3, atau 5 rakaat sesuai kemampuan.
Niat Sholat Tarawih Sendiri
Niat merupakan rukun sholat dan diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Berikut lafaz niat sholat Tarawih dua rakaat sendiri:
Arab:
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatat-tarāwīḥi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta’ālā
Artinya:
“Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri
Pelaksanaan sholat Tarawih sendiri pada dasarnya sama dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya, yakni:
- Niat dalam hati.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca Al-Fatihah.
- Membaca surat pendek atau ayat Al-Qur’an.
- Rukuk dengan tuma’ninah.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri untuk rakaat kedua dan mengulang bacaan.
- Tasyahud akhir.
- Salam ke kanan dan kiri.
Rangkaian tersebut diulang hingga mencapai jumlah rakaat yang diinginkan, dengan setiap dua rakaat diakhiri salam.
Niat Sholat Witir Sendiri
Untuk Witir satu rakaat:
Arab:
أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii sunnatal witri rak’atan lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku niat mengerjakan sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Yang Maha Tinggi.”
Untuk Witir dua rakaat:
Arab:
أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii sunnatal witri rak’ataini lillaahi ta’aalaa
Artinya:
“Aku niat mengerjakan sholat sunnah Witir dua rakaat karena Allah Yang Maha Tinggi.”
Untuk Witir tiga rakaat sekaligus:
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka’atin mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta’ala
Artinya:
“Aku menyengaja sembahyang sunnah sholat Witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”
Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir
Setelah Tarawih, dianjurkan membaca Doa Kamilin:
Latin:
Allaahumma innaa nas’aluka iimaanan daa’iman. Wa nas’aluka qalban khaasyi’an wa nas’aluka ‘ilman naafi’an. Wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas’aluka ‘amalan shaalihan. Wa nas’aluka diinan qayyiman. Wa nas’aluka khairan katsiiran. Wa nas’alukal-‘afwa wal-‘aafiyah. Wa nas’aluka tamaamal-aafiyah. Wa nas’alukasy-syukra alal-aafiyati wa nas’alukal-ghinaa’a anin-naas.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar, amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak, ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, syukur atas kesehatan, serta kecukupan dari manusia.”
Setelah Witir, dianjurkan membaca istighfar dan tasbih tiga kali:
Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.
Kemudian doa:
Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni.
Artinya:
“Wahai Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai untuk memberikan maaf, maka maafkanlah aku.”
Tips Menjaga Kekhusyukan di Rumah
Agar sholat Tarawih sendiri tetap khusyuk, dianjurkan memilih ruangan yang tenang, mematikan gangguan gadget, mengenakan pakaian bersih, serta melaksanakan gerakan dengan tuma’ninah. Memahami makna bacaan sholat juga membantu meningkatkan kekhusyukan. Jika memungkinkan, dapat mengajak anggota keluarga untuk menambah semangat ibadah.
Dengan memahami hukum, niat, tata cara, dan doa yang dianjurkan, sholat Tarawih sendiri di rumah dapat dilaksanakan secara sah, tertib, dan penuh kekhusyukan. Ibadah ini menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT selama Ramadan tanpa terhalang kondisi dan keterbatasan.








