Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berupaya meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengadakan kompetisi memasak bertajuk MASAMO (Masak Bersama Master Chef). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sumber daya manusia di dapur MBG dan mendorong keterlibatan industri kreatif dalam meningkatkan standar kuliner nasional. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan hal ini dalam keterangan resmi di Jakarta pada Senin, 16 Februari 2026.
Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kemenparekraf untuk memacu kebangkitan industri kreatif berbasis kekayaan intelektual di seluruh daerah sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, kuliner menjadi salah satu prioritas utama. Program MASAMO hadir sebagai strategi konkret untuk meningkatkan kapasitas juru masak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui pendampingan langsung bersama MasterChef. Program ini bertujuan memastikan kualitas, variasi menu, standar kebersihan, serta kandungan gizi dan protein sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional.
Kegiatan MASAMO dilaksanakan di SPPG Rajabasa 3, Lampung, sebagai kolaborasi Kemenparekraf, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro, Badan Gizi Nasional, pengelola dan juru masak SPPG, serta didukung industri perlengkapan dapur nasional dan pelatih dari program MasterChef Indonesia. Sebanyak 50 juru masak SPPG mengikuti pelatihan intensif yang dirancang untuk meningkatkan standar profesionalisme dan kualitas layanan dapur MBG.
Materi pelatihan meliputi keamanan pangan, personal hygiene, pengelolaan bahan baku, penyimpanan makanan matang, penerapan prinsip Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), serta teknik memasak sehat dan optimalisasi pengelolaan dapur komunitas. Pelatihan ini bertujuan memastikan setiap proses produksi makanan memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kandungan gizi sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional, sekaligus memperkuat kapasitas SDM dapur sebagai faktor kunci keberhasilan Program MBG.
Teuku Riefky Harsya juga mengapresiasi keseriusan pemerintah daerah dalam menyukseskan Program MBG yang saat ini telah menjangkau sekitar 65 juta penerima manfaat secara nasional melalui lebih dari 21.897 unit SPPG. Tahun ini, jumlah penerima manfaat ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 83 juta orang melalui lebih dari 36.600 unit SPPG di seluruh Indonesia. “Program MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita. Penguatan kapasitas juru masak menjadi kunci agar kualitas, standar kebersihan, dan nilai gizi yang ditetapkan dapat terjaga secara konsisten di seluruh Indonesia,” ujar Teuku Riefky.
Lampung dinilai memiliki potensi besar di sektor kuliner, fesyen, kriya, dan konten digital. Kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas, media, pelaku usaha, dan lembaga keuangan menjadi faktor penting untuk mendorong produk lokal ke pasar nasional maupun global. Kegiatan MASAMO di Lampung menjadi contoh sinergi multipihak dalam mendukung program nasional sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian, peternakan, perdagangan, dan jasa yang terlibat dalam rantai pasok MBG.








