Headline.co.id, Bantul ~ Kepolisian Resor Bantul resmi menutup pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, di wilayah hukum Kabupaten Bantul. Dalam operasi tersebut, petugas mencatat sebanyak 2.560 pelanggaran lalu lintas. Seluruh pelanggar hanya dikenai sanksi teguran sebagai bagian dari pendekatan edukatif menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Operasi ini difokuskan pada peningkatan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas guna menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang aman dan tertib.
Data tersebut disampaikan Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto, S.H., S.I.K., M.H, melalui Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kepada Headline.co.id. Ia menjelaskan bahwa ribuan pelanggaran yang ditemukan didominasi pengendara kendaraan roda dua.
“Total ada 2.560 pelanggaran lalu lintas yang kami catat selama Operasi Keselamatan Progo 2026. Namun seluruhnya hanya diberikan sanksi berupa teguran,” kata Iptu Rita.
Menurutnya, pendekatan yang digunakan dalam operasi kali ini lebih menitikberatkan pada edukasi dibandingkan penindakan hukum secara represif. Hal itu dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat agar tertib berlalu lintas tanpa harus selalu melalui tilang.
Adapun jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan di lapangan antara lain ketidaklengkapan komponen kendaraan, tidak menggunakan helm standar SNI, melawan arus, serta pengendara di bawah umur.
Selain pelanggaran, angka kecelakaan lalu lintas selama periode operasi juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Polres Bantul, tercatat 68 kejadian kecelakaan lalu lintas dalam kurun waktu tersebut.
Iptu Rita menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Progo 2026 bukan sekadar agenda rutin penindakan, melainkan instrumen edukasi yang dilaksanakan secara komprehensif melalui langkah preemtif dan preventif.
“Upaya preemtif kami lakukan secara masif melalui penyuluhan langsung di titik-titik strategis seperti lampu merah dan pusat keramaian. Termasuk kampanye visual melalui pembagian brosur, stiker, leaflet, hingga pemasangan pamflet berisi imbauan tertib berlalu lintas,” tambahnya.
Ia menjelaskan, operasi ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi menjelang Bulan Suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Dengan mengusung tema mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas), Operasi Keselamatan Progo 2026 menjadi fondasi awal sebelum dilaksanakannya Operasi Ketupat 2026.
“Harapannya, aktivitas ibadah dan arus mudik nantinya dapat berjalan aman, nyaman, dan selamat tanpa kendala berarti di jalan raya,” pungkas Iptu Rita.
Sebagai informasi, Operasi Keselamatan 2026 digelar secara serentak di seluruh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) se-Indonesia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di berbagai daerah.






















